Program Jokowi Terkait Gratis PLN 450 VA,Wahyudin Harap Secara Merata Gartiskan Pembayaran

Camat Batin Solapan,WAHYUDIN

SEBANGAR, seputarriau.co - Program yang dihimbau oleh Presiden RI, Joko Widodo perihal memberi keringanan bagi sekitar 24 juta pelanggan yang menikmati listrik di tegangan 450 VA hingga diskon 50 persen bagi pengguna daya 900 VA,akhirnya telah di setujui oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Untuk melengkapi syarat yang akan menerima program tersebut lagi-lagi berpusat pada wilayah yang terdampak Coronavirus Disease Nineteen (COVID-19). Penggratisan atau pemotongan tagihan dilakukan agar masyarakat yang mengalami dampak ekonomi akibat wabah pandemik ini bisa sedikit terbantu mengingat sumber pendapatan warga pun kian menurun, oleh karenanya Pemerintah Pusat hingga ke tingkat Daerah kini tengah menggodok pembahasan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Camat Bathin Solapan mengatakan sebaiknya PLN secara merata dan menyeluruh langsung menggratiskan pembayaran hingga pemotongan tagihan bagi pengguna daya 900 VA.

“Jika hanya sebatas cakupan wilayah terdampak Coronavirus, tentu orang berpendapat hanya bagi mereka atau wilayahnya yang memiliki pasien positif saja. Sementara cakupan makna wilayah terdampak ini cukup jeneral,” kata Wahyudin, Camat Bathin Solapan, Sabtu (4/4) pagi.

Bukan hanya berdampak pada pasien positif, namun siklus ekonomi di masyarakat juga dinilai anjlok beberapa saat setelah Corona mulai merajai. Inilah yang kemudian menggerakkan hati sang Camat untuk kemudian meminta PLN mengkaji ulang pembahasan tersebut.

“Sekarang banyak orang dirumahkan gara-gara Corona, para pedagang tak ada pemasukan lagi. Terus bagi mereka buruh harian lepas juga banyak yang kehilangan pekerjaan karena virus ini, tentu mereka kan tidak punya income lagi. Pemasukan nihil, hutang menumpuk. Itulah kondisi warga kita di tengah situasi genting seperti sekarang ini,” papar dia.

Atas pemaparan data yang ia lakukan, sasaran program PLN pun diharapnya harus diratakan di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Permasalahan lesunya ekonomi warga dinilai dapat menjadi pertimbangan untuk digolongkan sebagai penerima listrik gratis yang disebut mulai berlaku sejak April hingga Juni 2020 mendatang.

“Jadi semua wilayah kan sudah terkena dampaknya, baik dari dampak jatuhnya korban hingga lesunya ekonomi hingga kehilangan pekerjaan. Inilah yang harusnya dikaji lebih dalam, semoga listrik gratis merata tak pandang bulu,” tandasnya.

Dew


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar