Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Gandeng Komisi XI DPR RI Lakukan Sosialisasi


PEKANBARU, seputarriau.co  - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  melakukan sosialisasi kepada masyarakat Pekanbaru agar lebih mengetahui mengenai peran, fungsi dan manfaat dalam menjamin uang nasabah di bank.

"Lembaga ini memang kurang dikenal seperti lembaga lainnya yang memiliki kantor di setiap daerah seperti Otoritas Jasa Keuangan(OJK) ataupun Bank Indonesia (BI) sementara LPS tidak memiliki kantor cabang. Namun demikian upaya sosialisasi akan terus dilakukan," kata R. Budi Santoso Kepala Kantor Persiapan Penyelenggaraan Program Restrukturisasi Perbankan LPS saat memberikan kata sambutannya.

Menurut Budi Santoso, pihaknya sebenarnya sudah seringkali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi dan peran LPS agar masyarakat merasa aman dan tenang saat menyimpan dana di bank.

Sosialisasinya, antara lain dilakukan melalui penjelasan melalui seminar dan workshop serta media massa selain itu LPS juga menempelkan stiker di setiap Bank yang ada di Indonesia.

Selain R. Budi Santoso  juga hadir anggota Komisi XI DPR RI H. Jon Erizal,SE,.M.B.A sebagai Narasumber lainnya, bang Jon "sapaan akrabnya" menjelaskan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia dan merupakan Mitra Komisi XI DPR RI. lebih jauh lagi H. Jon Erizal selaku Anggota DPR RI dapil Riau menjelaskan bahwa lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada 22 September 2004. Undang-undang ini mulai berlaku efektif 12 bulan sejak diundangkan sehingga pendirian dan operasional LPS dimulai pada 22 September 2005.

Setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS.

Jon Erizal, mengatakan sesuai UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, definisi simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, depositi berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

Simpanan yang dijamin, katanya, simpanan sesuai UU Perbankan, termasuk simpanan yang berasal dari bank lain. Selain itu transfer keluar yang berasal dari simpanan nasabah dan belum keluar dari bank.

Juga transfer masuk yang sudah diterima bank untuk kepentingan nasabah penyimpanan namun belum dibukukan ke dalam rekening simpanan nasabah.

"Tapi ada juga simpanan yang tidak dijamin yaitu simpanan pada kantor cabang luar negeri dari bank yang berkantor pusat di Indonesia," kata Jon Erizal.

(GN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar