Pelayanan Roro Rupat Dumai Kurang Maksimal

DPRD Riau Asal Bengkalis-Dumai Jangan Diam Saja

Roro Penyeberangan Rupat-Dumai
BENGKALIS, seputarriau.co - Dengan adanya dukungan transportasi air untuk masyarakat di pulau rupat, selain bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat di pulau rupat, keberadaan very Roro penyeberangan Rupat-Dumai diharapkan bisa membantu untuk mendongkrak perkembangan perekonomian masyarakat dan wisata bahari yang ada di pulau rupat.
 
Namun hal tersebut sangat disayangkan, sudah beberapa tahun silam penyeberangan Roro dari pulau rupat menuju Kota Dumai tidak berjalan dengan maksimal, karena dilayani dengan kapal Roro satu unit.
 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersikukuh ingin memberikan pelayanan yang terbaik, salah satunya menyediakan kapal very penyeberangan Rupat-Dumai. Namun wewenang tersebut dipegang oleh Provinsi Riau, dan kapal very serta teknis pelayanan lainnya dikabarkan dibawah kendali ASDP.
 
"Terserah siapa atau instansi mana yang mengelola penyeberangan Dumai-Rupat, yang kita inginkan arus penyeberangan lancar tidak seperti sekarang ini. Kalau tetap seperti ini, sulit pulau Rupat akan
berkembang terlebih lagi pariwisata baharinya," kata Khairudin tokoh pemuda Rupat, Minggu (24/1/16).
 
Dia menuturkan untuk hari-hari biasa arus penyeberangan memang hanya diramaikan oleh kendaraan roda dua dan sejumlah truk pengangkut sawit serta komoditi lainnya. Tetapi untuk hari-hari tertentu, pada musim libur atau Sabtu-Minggu ramai dikunjungi orang yang akan berniat datang ke Rupat.
 
"Moment tertentu seperti ini mestinya bisa disiasati, jangan sampai pengngjung menunggu antrian berjam-jam dipelabuhan Roro Dumai atau Rupat,"ujarnya.
 
Diceritakan Khairuddin bahwa Pemkab Bengkalis memang mengirim satu unit kapal KMP Tasik Gemilang untuk melayani penumpang. Namun sangat disayangkan kapal milik Pemkab Bengkalis tersebut tidak dibenarkan berlayar karena ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi.
 
"Kita heran juga, katanya KMP Tasik Gemilang belum lama melakukan ini di
docking, tapi kok ada surat-menyurat yang mati, sehingga tidak dibenarkan berlayar oleh syahbandar. Entahlah, tak tahu siapa yang benar,"sindirnya.
 
Selain itu, dengan persoalan penyebrangan Dumai-Rupat, ia berharap kepada anggota DPRD provinsi riau Dapil Bengkalis-Dumai agar serius menanggapi hal tersebut. Paling tidak ada kapal yang lebih besar beroperasi di lintas Dumai-Rupat, selain itu tripnya juga ditambah.
 
"Kalau memang kewenangan ini berada di tingkat Provinsi, kami minta bapak-bapak dewan asal Bengkalis-Dumai yang di Provinsi mohon diperjuangkan ini. Kalau tetap seperti ini, sampai kapanpun pulau rupat dengan destinasi pantai yang kita bangga-banggakan itu tidak akan berkembang,"ungkapnya berharap.
 
 
(IS/int)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar