Ketua Kadin Riau Kunjungi Sentra Ikan Patin Di Desa Pulau Gadang

Ketua Kadin Provinsi Riau, Supianto Bersama Rombongan Kunjungi Sentra Ikan Patin Di Desa Pulau Gadang, Kampar

KAMPAR, seputarriau.co - Menindaklanjuti arahan dari Ketua Umum KADIN Indonesia Bapak Eddy Ganefo saat Pelantikan KADIN RIAU beberapa hari yang lalu (2 Desember 2019 red) bahwa KADIN Riau harus mengangkat hasil dari UMKM Riau menjadi bahan yang bisa di ekspor ke Luar Negeri maka Ketua Umum Kadin Riau Bapak Supianto, S.Sos. MM melakukan gerak cepat dengan melakukan kunjungan ke Sentra Ikan Patin di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, Jum'at (06/12)

Dalam Kunjungan tersebut turut hadir 6 Orang Wakil Ketua Umum Kadin Riau yaitu M. Ismail Hatta Wakil Ketua Umum Peternakan Hasil Laut dan Perikanan, Sunarmin Wakil Ketua Umum bidang Industri strategis, riset & teknologi, H Zulkipli manurung SH MH, Wakil Ketua Umum bidang Industri & Lingkungan hidup, Refrizal Hendra, ST Wakil Ketua Umum Ketenagakerjaan Sumberdaya Manusia dan Litbang, Supriyadi  Wakil Ketua Umum Pemberdayaan Asosiasi & Himpunan, Yanto, Amd Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Telekomunikasi, Teknologi Informatika Dan Ekonomi Digital.

Kepala Desa terpilih Bapak Sofyan, SH.MH Datuk Majosati menyambut baik kedatangan Ketua Umum Kadin Riau ke Sentra Patin di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar. Sofyan mengatakan selama ini belum pernah ada yang datang ke Sentra Ikan Patin ini dari KADIN, baik Kadin Kabupaten maupun Kadin Riau, ini merupakan penghormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Masyarakat Desa Pulau Gadang, lebih lanjut sofyan mengatakan dengan adanya kunjungan Kadin Riau hari ini dapat menjadi motivasi dan membawa perubahan terhadap hasil Produksi Ikan Patin di Desa Pulau Gadang maupun di sekitarnya. Setiap hari hasil Ikan Patin di desa Pulau Gadang bisa keluar 2 sampai 3 Ton karena di Desa Pulau Gadang ada semboyan “satu rumah satu kolam ikan patin”, jadi dengan hasil sebanyak tersebut masyarakat Desa Pulau Gadang terkendala dengan Pemasarannya, Ikan Patin ini ada yang di jual langsung berupa ikan segar, ada juga yang di jual dengan dilakukan pengasapan terlebih dahulu, ada juga dibuat kerupuk kulit patin bahkan saat ini sudah ada masyarakat mengolahnya menjadi makanan berupa Naget.

Lebit lanjut Sofyan berharap adanya solusi konkrit dari Kadin Riau untuk dapat mencarikan Pasar untuk melakukan penjualan Ikan Patin ini, selama ini masyarakat juga terkendala modal usaha, untuk melakukan pembesaran ikan Patin tersebut membutuhkan waktu selama 4 bulan.

Ketua Umum Kadin Riau, Supianto dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas sambutan dari masyarakat Desa Pulau Gadang, terutama para pengusaha Ikan Patin. Supianto mengatakan sejak dilantiknya Kadin Riau tanggal 2 Desember 2019 lalu, ini kunjungan yang pertama yang dilakukannya untuk mencari dan menggali informasi tentang Produk UMKM apa saja yang bisa di jual dan menjadi produk yang bisa untuk di Ekspor ke Luar Negeri, saat ini Kadin Riau telah melalukan MOU dengan Komite Arab Saudi, jadi ini peluang untuk kita melakukan Ekspor ke sana, sebab setiap Tahunnya lebih dari 200 ribu Jama’ah haji Indonesia belum lagi Jama’ah yang pergi Umroh setiap Bulannya. Jadi untuk bisa menempus Pasar Ekspor tersebut ada beberapa hal yang harus di penuhi antara lain Jumlah Luas lahan, Luas kolam, Produksi ikan, Jenis ikan, Usia ikan, Masa panen, Modal produksi, Untung, Legalitas, Jumlah pekerja, Spesifikasi ikan. 

Lebih lanjut supianto mengatakan jika semua itu dapat di penuh dan datanya jelas maka semua kendala penjualan hasil produksi Ikan Patin ini dapat di atasi, kita bisa mengatur berapa kali dalam sebulannya ikan patin ini bisa kita ekspor.


(MN)
 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar