Empat RLH Yang Di Katakan Mangkrak,Kontraktor Selesaikan 26 RLH Dari 30 Unit RLH

Salah satu rumah yang selesai di Koto Pait di tempati oleh salah satu warga Koto Pait


Talang Muandau, seputarriau.co - Empat unit rumah layak huni (RLH) yang di katakan mangkrak/terbengkalai akibat lemah nya pengawasan dari kontraktor kepada kordinator lapangan merangkap kepala tukang yang di percaya mengerjakan 30 unit rumah layak huni 26 unit dari 30 unit rumah layak huni tersebut telah pun selesai dan sudah ada pun yang di tempati.

Satu dari empat rumah layak huni yang ada di desa koto pait pun sudah di tempati hanya saja rumah tersebut belum selesai sempurna pintu nya belum terpasang jendela belum terpasang keramik wc tingal sedikit ini yg terletak di jalan kayu api desa koto pait dan satu lagi di jalan beringin koto pait sudah di tempati.Hanya saja plaster dinding luar belum, pintu belum, wc nya sudah siap.Namun oleh yang menempati rumah di buat lah pintu sementara. 

Dan yg dua nya lagi dari empat yang di kata kan mangkrak memang belum gali pondasi namun bahan-bahan material seperti batu bata,pasir,besi dan semen sudah ada di tempat.hanya saja yang terjadi belakangan ini kordinator lapangan merangkap kepala tukang terus mengirim foto hasil kegiatan pekerjaan kepada kontraktor nyata nya kordinator/kepala tukang tersebut tidak lagi ada(atau telah kabur beberapa minggu lalu sebelum berita mangkrak muncul.

Melihat hasil kerja kontraktor yang telah berhasil menyelesaikan 30 unit rumah layak huni yang di percaya kepada beliau dan dua nya lagi hampir siap sementara yang dua nya lagi belum di kerja kan namun bahan material sudah ada di lokasi.

Menurut syahril musa kontraktor ini cukup konsisten dan bertangung jawab karena ada beberapa unit rumah layak huni yang beliau kerja kan ada dalam pengawasan saya dan apa bila ada kesalahan yang di kerja kan tukang nya di lapangan dan apa bila hal tersebut kita sampai kan, beliau cepat merespon dan menyuruh tukang nya memperbaiki sesuai ketentuan yang ada di gambar.

Maka saya sering katakan kesalahan yang ada di lapangan tidak semuanya kesalahan kontraktor apa lagi kalau pekerjaan tersebut di kerjakan sistim borongan tukang ingin cepat siap maka jadilah pekerjaan tersebut asal jadi.

Maka nya peranan konsultan pengawas sangatlah penting.kenapa hal tersebut terjadi konsultan pengawas nya maka pihak dinas terkait (PPTK)harus tegas kalau pengawasannya ada.saya yakin hal ini tidak terjadi,pungkas Syahril.

Dew


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar