Johan Diskominfo: Roh Atau Nafas Seorang Jurnalis Adalah Kejujuran

Ket foto; Peserta Seminar Dan Workshop Jurnalis Politeknik Negri Bengkalis Foto Bersama Sebelum Acara Dimulai Sabtu 26 Oktober 2019


BENGKALIS, seputarriau.co – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statstik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri mengatakan, seorang jurnalis atau wartawan itu tak ubahnya sebuah keran.

“Meskipun setetes, keran tidak akan pernah mengalirkan air yang berbeda dari sumbernya. Seorang jurnalis pun demikian”, jelas Johan.

Johan mengatakan itu ketika menjadi sala satu narasumber seminar dan workshop jurnalistik yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Cendekia Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Sabtu, 26 Oktober 2019.

Kegiatan yang diikuti 80 peserta yang dilaksanakan di Aula Polbeng, jalan Bathin Alam, Desa Sungai Alam, kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Wakil Direktur III Polbeng Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang diwakili Sekretaris Jurusan Teknik Sipil  Faisal  Ananda membuka kegiatan tersebut.

Kata Johan, roh atau nafas seorang jurnalis itu adalah kejujuran. Wartawan dan kejujuran eksistensinya laksana rel kereta api. Selalu berjalan seiring. Bersimbosis mutualisme.

“Kejujuran bukan saja penting, tapi maha penting bagi seorang jurnalis. Kejujuran adalah integritas seorang jurnalis”, imbuh Johan yang sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang pernah menjadi wartawan.

Karena itu, kata Johan lagi, seorang jurnalis dalam menjalan tugas dan tanggungjawab profesinya, tidak boleh memfiktikan fakta atau memfaktakan yang fiktif.

“Fakta itu suci. Wartawan dalam arti yang sesungguhnya adalah orang yang jujur, karenanya dia tidak akan menodai fakta”, papar Johan.

Selain Johan, reporter RRI Bengkalis TS Muhammad Iqbal juga menjadi narasumber pada kegiatan yang mengambil tema “Good Journalist Makes Better Future” tersebut.

Ketua pelaksana kegiatan Putri Betha Sitinjak mengatakan, melalui seminar dan workshop ini, mahasiswa yang mengikutinya, terlebih anggota lembaga Jurnalistik Cendekia Polbeng, bisa memahami dengan benar apa sebenarnya peran pers.

“Serta bagaimana tata penulisan berita yang baik”, ujar Betha, ketika memberikan laporan singkat.

Betha menjelaskan, peserta kegiatan terdiri dari 30 anggota Pers Mahasiswa Jurnalistik Cendekia Polbeng dan 50 mahasiswa Umum. 

 

Dew


BENGKALIS, seputarriau.co – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statstik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri mengatakan, seorang jurnalis atau wartawan itu tak ubahnya sebuah keran.

“Meskipun setetes, keran tidak akan pernah mengalirkan air yang berbeda dari sumbernya. Seorang jurnalis pun demikian”, jelas Johan.

Johan mengatakan itu ketika menjadi sala satu narasumber seminar dan workshop jurnalistik yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Cendekia Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Sabtu, 26 Oktober 2019.

Kegiatan yang diikuti 80 peserta yang dilaksanakan di Aula Polbeng, jalan Bathin Alam, Desa Sungai Alam, kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Wakil Direktur III Polbeng Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang diwakili Sekretaris Jurusan Teknik Sipil  Faisal  Ananda membuka kegiatan tersebut.

Kata Johan, roh atau nafas seorang jurnalis itu adalah kejujuran. Wartawan dan kejujuran eksistensinya laksana rel kereta api. Selalu berjalan seiring. Bersimbosis mutualisme.

“Kejujuran bukan saja penting, tapi maha penting bagi seorang jurnalis. Kejujuran adalah integritas seorang jurnalis”, imbuh Johan yang sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang pernah menjadi wartawan.

Karena itu, kata Johan lagi, seorang jurnalis dalam menjalan tugas dan tanggungjawab profesinya, tidak boleh memfiktikan fakta atau memfaktakan yang fiktif.

“Fakta itu suci. Wartawan dalam arti yang sesungguhnya adalah orang yang jujur, karenanya dia tidak akan menodai fakta”, papar Johan.

Selain Johan, reporter RRI Bengkalis TS Muhammad Iqbal juga menjadi narasumber pada kegiatan yang mengambil tema “Good Journalist Makes Better Future” tersebut.

Ketua pelaksana kegiatan Putri Betha Sitinjak mengatakan, melalui seminar dan workshop ini, mahasiswa yang mengikutinya, terlebih anggota lembaga Jurnalistik Cendekia Polbeng, bisa memahami dengan benar apa sebenarnya peran pers.

“Serta bagaimana tata penulisan berita yang baik”, ujar Betha, ketika memberikan laporan singkat.

Betha menjelaskan, peserta kegiatan terdiri dari 30 anggota Pers Mahasiswa Jurnalistik Cendekia Polbeng dan 50 mahasiswa Umum. 

 

Dew


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar