Oktober ini, HIMA Prodi Biologi UNRI gelar Biology Blood Donor Ke-VIII

PEKANBARU, seputarriau.co - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HIMAPROBIO) Universitas Riau kembali adakan Biology Blood Donor (BBD) yang ke-VIII,  Program yang diusung oleh Divisi Sosial dan Masyarakat (Sosmas) ini akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Oktober 2019 di Gedung Serbaguna FKIP UR. Tahun ini, HIMAPROBIO bekerjasama dengan PMI dari UNRI.

BBD tahun lalu mencapai tujuh puluh pendonor dengan calon pendonor mencapai seratus lebih. Pembatasan pendonor ini disebabkan karena keterbatasan kantong darah dan kekurangan waktu pada hari pelaksana.

Vandy selaku ketua pelaksana BBD ke-VIII berharap semoga antusias peserta donor lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Tahun ini kami akan coba berikan pelayanan yang terbaik bagi calon pendonor, mulai dari ruangan yang dipakai hingga kenyamanan setelah mendonorkan darah”. Nantinya calon pendonor akan diperiksa terlebih dahulu, seperti berat badan, golongan darah, serta penyakit yang diderita. Jika memenuhi syarat tersebut barulah bisa mendonorkan darahnya.

Menurut Rahmah, program BBD ini berkaitan erat dengan Biologi. Lebih lanjut ia jelaskan bahwa mahasiswa Biologi tidak selalu tentang lingkungan.

“Biologi  juga mempelajari kesehatan, donor darah itu kan baik buat tubuh.” Senada dengan itu, Elpon selaku Bupati Mahasiswa HIMAPROBIO juga berpendapat bahwa donor darah adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan diri sendiri. Ia dan panitia lain masih akan giat mencari calon pendonor.

 BBD ini terbuka untuk umum, dari mana pun tetap akan kami layani. Urusan boleh mendonor atau tidak itu belakangan,karena darah yang didapat nantinya akan digunakan sebaik mungkin untuk menolong sesama, ” ujar Elpon.

Ia juga berharap semoga akan banyak mahasiswa dan masyarakat yang mau mendonorkan darahnya, termasuk dosen dari Pendidikan Biologi sendiri.

 

(MN)

PEKANBARU, seputarriau.co - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HIMAPROBIO) Universitas Riau kembali adakan Biology Blood Donor (BBD) yang ke-VIII,  Program yang diusung oleh Divisi Sosial dan Masyarakat (Sosmas) ini akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Oktober 2019 di Gedung Serbaguna FKIP UR. Tahun ini, HIMAPROBIO bekerjasama dengan PMI dari UNRI.

BBD tahun lalu mencapai tujuh puluh pendonor dengan calon pendonor mencapai seratus lebih. Pembatasan pendonor ini disebabkan karena keterbatasan kantong darah dan kekurangan waktu pada hari pelaksana.

Vandy selaku ketua pelaksana BBD ke-VIII berharap semoga antusias peserta donor lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Tahun ini kami akan coba berikan pelayanan yang terbaik bagi calon pendonor, mulai dari ruangan yang dipakai hingga kenyamanan setelah mendonorkan darah”. Nantinya calon pendonor akan diperiksa terlebih dahulu, seperti berat badan, golongan darah, serta penyakit yang diderita. Jika memenuhi syarat tersebut barulah bisa mendonorkan darahnya.

Menurut Rahmah, program BBD ini berkaitan erat dengan Biologi. Lebih lanjut ia jelaskan bahwa mahasiswa Biologi tidak selalu tentang lingkungan.

“Biologi  juga mempelajari kesehatan, donor darah itu kan baik buat tubuh.” Senada dengan itu, Elpon selaku Bupati Mahasiswa HIMAPROBIO juga berpendapat bahwa donor darah adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan diri sendiri. Ia dan panitia lain masih akan giat mencari calon pendonor.

 BBD ini terbuka untuk umum, dari mana pun tetap akan kami layani. Urusan boleh mendonor atau tidak itu belakangan,karena darah yang didapat nantinya akan digunakan sebaik mungkin untuk menolong sesama, ” ujar Elpon.

Ia juga berharap semoga akan banyak mahasiswa dan masyarakat yang mau mendonorkan darahnya, termasuk dosen dari Pendidikan Biologi sendiri.

 

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar