DR. Elviriadi : Ruang Publik itu Lama Vacum, Kini Bangkit Reformasi Jilid II

Foto : Mantan Aktivis 98, DR.Elviriadi, S.Pi, M.Si

PEKANBARU, seputarriau.co - Dimulai Penolakan UU KPK, RKUHP, Karhutlah Riau dan Provinsi Lainnya membuat tuntutan aksi demonstrasi mahasiswa di ibukota dan diberbagai daerah makin marak.

Dalam dua hari terakhir, massa aksi jalanan mahasiswa bahkan diikuti gerakan para siswa siswa sekolah setingkat SMA/SMU. Menyikapi kenyataan politik kaum muda itu, Aktivis 98 DR.Elviriadi menyatakan penilaian menarik.

"Ya, saya kira mahasiswa sudah ke tahap kebangkitan kesadaran. Melihat sikap elit  politik yang  stagnan, saya kira gerakan adik adik akan membawa Indonesia ke gelombang reformasi jilid II", ujarnya.

Ketua Majelis LH Muhammadiyah ini memberi analisis bahwa pintu demokrasi hari ini memang terbuka lebar. Akan tetapi pragmatisme para tokoh politik menyuburkan bibit bibit otoritarianisme.

"Demokrasi membaik, tapi transaksi jabatan dan nilai nilai pragmatisme menguat, rakyat disuguhkan dramaturgi politik tanpa nilai nilai," kritik putra Kabupaten Meranti itu.

"Saya fikir pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui topeng revisi revisi-an ini hanya puncak gunung es, dibawahnya sudah terhidang berbagai fakta penindasan rakyat indonesia," katanya.

Aktivis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang dikenal vokal itu memprediksi eskalasi massa aksi akan semakin massif ke depan.
"Beberapa hari ke depan, saya kira bertambah massif. Ruang publik yang lama vacuum, menemui momentum melalui massa aksi mahasiswa itu" , ucapnya.

"Saya berharap Pemerintah dan DPR RI sedikit akomodatif lah, kalau tetap defensif dan bahkan melontarkan statement kontroversial, suasana bisa tambah panas."pungkas dosen yang sudah keliling dunia tersebut.

(HFZ)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar