Ketum PB IDI : Kepada PN Pekanbaru, Kami Minta Peralihan Penahanan

PEKANBARU, seputarriau.co - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama sama dengan Pengurus Wilayah dan jajarannya, terus berupaya mencarikan solusi hukum terhadap kasus yang disangkakan terhadap anggotanya berprofesi sebagai dokter di RSUD AA.

Diperoleh informasi sesudah perkara tipikor, tiga dokter bernama drg Masriyal, dr kuswan Ambar pamungkas dan dr Welly Zulfikar, telah dilimpahkan oleh Kejari Pekanbaru ke PN Pekanbaru untuk segera disidangkan, besok Selasa (18/12).  

"Kehadiran  saya datang dari Jakarta ke Riau, untuk mencari keadilan atas tiga teman kami yang didera masalah hukum ini untuk memberikan dukungan moril dan pendampingan hukum untuk ketiganya," kata dr Daeng M Fakih, SH,MH, selaku ketua Umum Pengurus Besar IDI, dalam acara jumpa pers yang dilakukan disalah satu Rumah Makan di Pekanbaru ini,  Senin (17/12)

Selanjutnya, dalam kesempatan ini Ketum PB IDI menyampaikan beberapa pesan organisasi kepada anggota IDI maupun penegak hukum.

"Pertama, Kami meminta agar para rekan sejawat dokter mendoakan rekan mereka yang sedang mendapat ujian dari Tuhan ini serta diberikan ketabahan dan kesabaran. Tentu kami semua merasa sedih dan prihatin sebab kasus yang mendera ketiga rekan dokter ini, ketika mereka dihadapkan kepada dilema pelayanan medis berupa upaya operasi kepada masyarakat yang datang ke RSUD AA dapat terlayani akan tetapi pihak RSUD tidak menyediakan sarana untuk itu," Ungkap dr Daeng.

Selanjutnya, IDI akan tetap melakukan pendampingan hukum yang optimal mungkin agar masalah yang mendera tiga dokter tersebut dapat berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. 

dr Daeng menambahkan, apabila memang RSUD mampu melengkapi sarana alkes tentunya proses ini tidak akan memakan korban dan para dokter dalam hal ini tidak akan menjadi pesakitan dan RSUD tidak dapat melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Kami sepakat untuk hadir disini untuk membesuk rekan kami sekaligus Memberikan Dukungan moral agar mereka tabah dan sabar dalam menghadapi ujian ini. Guna menghormati asas praduga tak bersalah, selanjutnya kami semua pengurus IDI pusat bermaksud mengajukan permohonan pengalihan jenis tahanan menjadi tahanan kota," tegasnya.

Sementara itu, IDI meminta kepada Majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan perkara ini jika menolak pengalihan tahanan, IDI khawatir hal ini akan berdampak buruk kepada RSUD Arifin Achmad. Karena saat ini saja telah terjadi antrian panjang pasien yang akan melakukan operasi. karena tiga dokter ini adalah dokter dengan jenis spesialis yang sangat langka, sehingga kita kasian dengan pasien akan kemana lagi mereka berobat. Sebab RSUD merupakan rumah sakit Rujukan terakhir di provinsi Riau.

Selain berprofesi sebagai dokter, ketiga dokter yang dijadwalkan besok akan memasuki tahap sidang perdana ini juga berprofesi sebagai dosen. 

"Dan mereka ini adalah pengajar, kami berharap jika menjadi tahanan kota nanti mereka akan tetap bisa mencerdaskan anak bangsa," pungkasnya. 

Karena untuk diketahui, persolan ini muncul karena sejatinya RSUD harus melakukan pengadaan alkes habis pakai pada tahun 2012 dan 2013. Tetapi justru sebaliknya, pengadaan barang tersebut  tidak ada sama sekali sehingga untuk memenuhi kebutuhan alkes RSUD meminjam alkes milik pribadi dokter yang memberikannya demi pelayanan kepada masyarakat miskin.

(TR/GP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar