AMPKK Mendesak Kejati Riau dan KPK Usut Tuntas Dugaan Kasus Gratifikasi Bupati Kampar

PEKANBARU, seputarriau.co - Aliansi Mahasiswa Peduli Kabupaten Kampar (AMPKK) Menggelar aksi demo menuntut agar mengusut tuntas dugaan kasus Gratifikasi Bupati Kampar H.Aziz Zaenal,SH.MM di depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau pada senen (15/10/18), aksi ini dimulai dari pukul 10.00 hingga 12.00 wib.

Tuntutan Demo yang berlasung siang ini yang dikuti puluhan mahasiswa, yang dikomandoi oleh Korlap Fikri Amanah menyampaikan dengan tegas :

1. Mendesak KPK agar mengusut tuntas permasalahan ini.
2. Kejati Riau harus tegas mengusut tuntas permasalahan ini.
3. Tangkap Bupati kampar karna telah melakukan tindakan Gratifikasi
4. Tangkap Pejabat Kampar yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Fikri menyampaikan, "Kpk harus berani tangkap bupati kampar, Yang sudah jelas disebutkan nama nya dalam sidang kasus gratifikasi yaya purnomo sebagai pejabat publik di kementrian keuangan" Tegasnya.

Tak hanya itu "jika tidak adanya perkembangan dari terhitung hari ini, maka kami akan melanjutkan gelar aksi pada minggu depan di tugu zapin, bila perlu kita akan lansung aksi didepan kantor KPK di jakarta." Ujarnya Korlap tersebut.

AMPKK menuntut tegas kepada kejati Riau untuk mengusut tuntas kasus yang mengaitkan nama Bupati Kampar H.Aziz Zaenal,SH.MM seperti yang diberitakan media wartawan sebelumnya, jika tidak Aliansi Mahasiswa ini akan melanjut aksi minggu depan di tugu Zapin dan bahkan akan melangsungkan Aksi ke kantor KPK jakarta.

Menurut jaksa, Yaya dan Rifa menerima tiga kali pemberian uang terkait DAK untuk bidang pendidikan di Kabupaten Kampar. Uang tersebut diberikan Bupati Kampar Aziz Zaenal melalui Erwin Pratama Putra. Masing-masing pemberian yakni, Rp 50 juta di Hotel Borobudur, Jakarta. Kemudian, Rp 50 juta di Sarinah, Jakarta. Kemudian, Rp 25 juta diberikan di Senayan City, Jakarta. Selain itu, Yaya dan Rifa juga menerima uang dari Aziz Zaenal melalui Edwin dengan transfer bank.

Sebanyak tujuh kepala daerah diduga terlibat menyuap Yaya Purnomo selaku pejabat di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Gratifikasi yang diterima Yaya diduga berasal dari tujuh kepala daerah tersebut. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Yaya Purnomo yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/9/2018). 

Yaya Purnomo didakwa menerima gratifikasi Rp 3,7 miliar. Yaya juga didakwa menerima uang 53.200 dollar Amerika Serikat dan 325.000 dollar Singapura. Menurut jaksa, Yaya dan Rifa Surya selaku pegawai Kemenkeu telah memanfaatkan posisi mereka untuk memberikan informasi kepada pejabat daerah. Informasi itu terkait pemberian anggaran, baik Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Dana Insentif Daerah (DID). 


(mzi)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar