Kasmarni: Ajang Promosi Hasil Kerajinan Unggulan Bengkalis

JAKARTA, seputarriau.co - Keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bengkalis pada ajang Pameran Kriya Nusa sempena Hari Ulang Tahun ke-39 Dekarnas, harus dimanfaatkan untuk ajang promosi hasil kerajinan unggulan Negeri Junjungan.

“Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk lebih gencar promosi dan memperkenalkan produk-produk kerajinan yang  kita miliki. Selama ini, kita punya produk kerajinan unggulan yang tak kalah saing dengan daerah lain,” ungkap Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkalis, Kasmarni di sela-sela meninjau stand Provinsi Riau, Rabu (26/9/2018).

Sebagaimana diketahui, hasil kerajinan asal Kabupaten Bengkalis dipajang bersama Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning. Pada ajang Pameran Kriya Nusa 2018, Bengkalis bersama Kota Dumai, Pekanbaru, Kampar, Kuansing, Indragiri Hilir dan Dekranasda Provinsi Riau.  

Berbagai produk kerajinan dipajang di stand tersebut. Dari Kabupaten Bengkalis memamerkan tanjak, rajutan tas, tempat tisu, gantungan kunci, dompet, tikar pandan dari Desa Muntai, songket dari Desa Sebauk, dompet dari tempurung kelapa, dompet tenun dan meja hias.

Tema HUT ke-39 Dekranas, “Tingkatkan Sinergitas dan Kreatifitas Wirausaha Milenial”, diharapkan pameran Kriya Nusa 2018, Dekranasda dapat memberikan ruang bagi perajin untuk menampilkan produk unggulannya.

Dikatakan mantan Camat Pinggir ini, sesuai dengan tema HUT ke-39 Dekranas, tentunya pengurus Dekranasda bersama stakeholder terkait, harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk mempromosikan hasil karya perajin Negeri Junjungan. Misalnya, semakin gencar menggunakan jejaring sosial untuk lebih memperkenalkan hasil perajin.

Kasmarni yakin dan percaya, saat ini para perajin di Negeri Junjungan sudah cerdas dalam mempromosikan karya ini, salah satunya dilakukan oleh perajin Trestiani. Untuk itu, isteri Bupati Bengkalis Amril Mukminin ini, terus mendorong Dekranasda dan instansi terkait untuk bisa memfasilisitas dan mendorong para perajin untuk lebih gencar promosi melalui kemajuan informasi dan komunikasi.

“Jika tidak ingin ketinggalan dengan daerah lain, bahkan negara jiran. Kita tidak boleh lengah. Guna segala saluran yang ada, untuk gencar promosi karya kerajinan dari Bengkalis. Mulai dari Youtube, Facebook, Instagram dan lainnya,” ungkap Kasmarni.

Selain itu itu, sesuai tema yang menekankan “milenial”, Kasmarni juga berpesan kepada stakeholder dan perajinan di Negeri Junjungan untuk, untuk untuk lebih kreatif dalam menghasilkan karyanya. Misalnya, unik, langka dan menarik, sehingga karya yang dihasilkan lebih mudah memikat setiap orang yang melihatnya.

“Kalau sudah terpikat, berapa pun harganya pasti akan dibeli,” ujarnya.

Melalui ajang, Kasmarni kembali meningatkan agar pihak pengurus Dekranasda dan perajin, dapat melihat-lihat stand dari daerah lain. Kemudian bertanya dan bila perlu catat, agar mendapatkan pengalaman dan diaplikasikan di Kabupaten Bengkalis.

“Ini kesempatan bagi kita untuk menggali pengalaman sebanyak-banyaknya,” tandas Kasmarni.

 

(DEW/ MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar