PT APS Ingkar Janji, Kesepakatan Bersama Di Langgar

DURI, Seputarriau.co - Perjanjian yang telah di sepakati antara PT Asia Petrocom Services (APS) dengan PT Ardian Prtama Perkasa (APP) dengan menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkalis, sejauh ini perjanjian masih di abaikan PT APS. 

 

“Di ruangan Disnakertrans Kabupaten Bengkalis di Jalan Pipa Air Bersih dengan durasi 7 hari pada Rabu lalu (8/8/18) pertemuan diadakan untuk menyelesaikan sisa tagihan kewajiban pembayaran invoice PT APS terhadap PT APP sudah harus dibayarkan.Namun hingga Ahad (19/8/18) pihak perusahaan masih diam dan belum merealisasikannya,”ungkap H Muhammad Ali Amran menjawab awak media. 

 
Menurutnya,tentunya langkah kongrit yang akan segera di ambil perusahaan PT APP namun sebelumnya itu, para petinggi PT APP Sabtu (18/8/18) lalu, eksodus ke lokasi dan bertemu dengan sejumlah tenaga kerja yang kebetulan schedule non job di salah satu sumur di lokasi desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan agar tidak terjadi benturan.

 

“Kita masih menunggu PT CPI mengambil eksen,memutuskan kontrak kerja PT APS yang telah mengabaikan perjanjian yang telah di buat sebelumnya dengan PT APP,” ungkapnya.

 

Bahkan Ali menegaskan bilamana tidak ada penjelasan lagi,maka ujung kesabaran itu akan menjadi sebuah keputusan untuk mengistirahatkan perusahaan PT APS beroperasi dimana kegagalan memenuhi keputusan yang telah di buat.

 

Keputusan itu disebutkan H Muhammad Ali Amran berbunyi, adanya kewajiban untuk membayar invoice tahun 2014 hingga 2016 yang belum dilakukan pembayaran PT Asia Petrocom Service ke PT Ardian Pratama Perkasa, Selanjutnya di penjelasan lain disebutkan terhadap sisa tagihan yang belum dilakukan pembayaran PT Ardian Pratama Perkasa tidak bersedia dimasukkan dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang dijalani PT APS.

 

Bahkan di kesepakatan selanjutnya disebutkan PTA rdian Pratama Perkasa meminta untuk segera dilakukan pembayaran terhadap sisa tagihan karena sudah berulang kali disampaikan ke manajemen PT Asia Petrocom Service namun tetap tidak mendapatkan kepastian.

 

“Sisa tagihan yang menjadi kewajiban PT APS di bayar selambat-lambatnya 7 hari setelah pertemuan,” Jelas Ali menyebutkan pertemuan itu Rabu (8/8/18) lalu.

 
Dikatakannya, pihak PT APP menganggap permasalahan ini belum ada penyelesaian sampai ada keputusan untuk pembayaran, sebagaimana di ketahui juga bahwa pertemuan yang disahkan Isdar Yusug SH MH sebagai Legal PT APS dan Erwin Yulial sebagai manajemen PT APS, disaksikan H A. Ridwan Yazid S.Sos selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis termasuk Direktur PT APP, Arinal.

(DEW)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar