Ingin Memiliki Anak Yang Sukses, Ini Karakter Orang Tuanya (bag. 2) habis

 

6. Mengajarkan Matematika sejak dini
 
Lewat analisis meta pada 2007, terhadap 35 ribu anak-anak prasekolah di AS, Kanada, dan Inggris ditemukan kesimpulan bahwa pengembangan kemampuan berhitung (matematika) sejak dini bisa berdampak signifikan bagi seorang anak di masa depan.
 
7. Membangun hubungan erat dengan anak
 
Studi tahun 2014 menemukan 243 anak yang terlahir dari keluarga miskin namun menerima kasih sayang selama tiga tahun pertama, cenderung mendapat nilai akademik yang baik. Mereka juga memiliki hubungan sehat dan pencapaian akademik lebih baik saat usia 30-an.
 
8. Minim Stres
 
Menurut penelitian yang dikutip dari Brigid Schulte dari Washington Post, jumlah jam yang disediakan ibu dengan anak berusia antara 3-11 tahun bisa memprediksi perilaku, kebahagiaan, dan pencapaian seorang anak. Penelitian lain menyebut, ibu yang stres karena harus bertaruh antara pekerjaan dan mencari waktu bersama anak akan berdampak buruk bagi anaknya.
 
9. Menghargai Usaha daripada menilai kegagalan
 
Jika seorang anak diberitahu mereka lolos tes karena kepintarannya, itu akan menciptakan pikiran yang stagnan. Namun jika mereka sukses karena usahanya, alam pikiran mereka akan berkembang dengan pesat.
 
10. Ibu Bekerja
 
Penelitian dari Harvard Business School menyebutkan ada keuntunga signifikan dari anak yang hidup dengan ibu bekerja di luar rumah.
 
Studi ini menyebut anak dari ibu bekerja akan mendapat pendidikan lebih baik dan mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan lebih banyak.
 
11. Orangtua memiliki status sosial ekonomi lebih tinggi
 
Menurut peneliti dari Standford University, Sean Reardon, gap pencapaian antara keluarga berpendapatan tinggi dan rendah di AS mencapai 30-40 persen lebih besar pada 2001 dibandingkan mereka yang lahir 25 tahun sebelumnya.
 
Semakin tinggi pendapatan orang tua, semakin tinggi hasil skor SAT yang diperoleh seorang anak.
 
 
(IS/dream.co.id)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar