PKS-SIPP Rangau Diduga Cemari Sungai & Asap Tebal Pabrik Resahkan Warga Setempat

MANDAU, seputarriau.co - Diduga Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit cemari sungai akibat pembuangan limbah cair PT SIPP (Sewit inti  Prima Perkasa)

Warga resah semenjak berdirinya PKS PT SIPP, Pabrik ini juga mengeluarkan Asap hitam pekat yang duga akibat abu boiler yang dikeluarkan melalui cerobong Pabrik Kelapa Sawit tersebut.
 

Pabrik Kelapa Sawit  (PKS) yang sudah beroperasi ini, yang berada di KM 6 Jalan Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Semenjak berdirinya PKS tersebut memberikan dampak buruk pada lingkungan yang sudah mulai diirasakan oleh warga sekitar, khususnya aroma menyengat, abu boiler dan air sungai yang sudah terkontaminasi limbah cair.

Masyarakat sekitar, khususnya warga Suku Sakai sebagai suku tertua telah kerap mendatangi dan mempertanyakan hal tersebut,  namun pihak perusahaan kurang menanggapi.

Menurut keterangan salah satu warga Sulung mengatakan, Sudah berulang kali secara bersama warga lainnya, menyampaikan dan sekaligus meminta keterangan, khsusnya masalah bau busuk dan abu hitam yang disemburkan dari corobong pabrik tersebut namun tidak ditanggapi, ungkapnya yang tidak mau disebut namanya kepada awak Awak media, Ahad(3/6).

Pengakuan warga, selain mengganggu pernafasan, juga setiap pagi mesti menyapu teras rumah, yang terdapat vertikal abu hitam dan dikuatirkan merusak atap seng rumah.
 

Dari penelusuran Team Media , PKS SSIP memiliki anak sungai (parit) yang airnya mengalir ke sungai.

Diduga keras parit ini dimamfaatkan sewaktu waktu sebagai sarana pembuangan limbah, disaat turunnya hujan,team juga mengambil sample air yang berasal dari aliran parit milik perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan tidak adanya seekor ikan pun ditemukan dibagian sungai, yang dialiri air parit perusahaan tersebut.

Namun mengarah ke hulu sungai, yang tidak dilintasi air limbah perusahaan ini, terlihat loncatan loncatan ikan sungai yang terlihat banyak, Dari loncatan ikan yang terlihat, indikasi sungai tersebut Ikan masih layak hidup dan tidak tercemar.

"Sebelum keberadaan pabrik ini, ikan banyak di sepanjang sungai ini, masih alami, namun saat ini hanya tersisa di daerah yang tidak dilintasi air parit pabrik," sebut warga yang lagi bekerja di kebun sawit, bersepadan langsung dengan areal pabrik.

Berhubung hari Pancasila, Saat mau dikonfirmasi Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bengkalis belum dapat tersambung.

(DEW)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar