Pasar Modren Sorek Sampai kini Belum Dioperasikan

PELALAWAN, seputarriau.co - Pembangunan pasar modren sorek yang berada disisi Jalan Lintas Timur Kecamatan Pangkalan Kuras melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2015, sudah lama rampung dan juga bahkan diresmikan oleh Bupati Pelalawan HM Harris pada tahun 2016 lalu. 
 
Hanya saja sangat disayangkan, sampai saat ini pasar modren Sorek yang telah dalam kondisi sangat memprihatinkan ini, telah terkesan menjadi bangunan yang mubazir akibat belum difungsikan. Padahal, dengan hadirnya pembangunan pasar modern yang telah menelan dana APBN tahun 2015 sebesar Rp 4,7 Milyar, tentunya denyut ekonomi masyarakat kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kuras akan semakin meningkat.
 
Apalagi, posisinya yang strategis berada jalan perlintasan antar provinsi seperti Jambi, sehingga akan memudahkan masyarakat kabupaten Pelalawan yang mayoritas berprofesi sebagai petani kebun, melakukan transaksi hasil pertanian maupun perkebunan di pasar tersebut. Sayangnya sarana pusat perekonomian masyarakat tersebut belum kunjung dimanfaatkan. 
 
Tentunya pembangunan gedung pasar modren di kelurahan Sorek Satu kecamatan Pangkalan Kuras tersebut, menuai sorotan dari sejumlah masyarakat yang ada di Negeri Seiya Sekata ini. Apalagi akibat belum difungsikannya pasar modren tersebut, maka saat ini kondisi lingkungan pasar sudah menjadi sangat kotor dan sebagian lampu hias banyak yang sudah pecah. Bahkan, bangunan pasar tersebut juga telah beralih fungsi menjadi tempat maksiat serta aktivitas negatif lainnya. " Ya, aneh saja kita menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan ini. 
 
Disaat masyarakat mendambakan realisasi pembangunan di Negeri Amanah ini, dengan berbagai alibi seperti keterbatasan anggaran, maka keinginan masyarakat ini banyak yang tidak dikabulkan. Justru sebaliknya, pembangunan yang telah ada malah tidak dimanfaatkan sehingga menjadi pembangunan yang mubazir. 
 
Seperti pembangunan pasar modren Sorek yang telah rampung dibangunan pada tahun 2015 lalu melalui dana APBN sebesar Rp 4,7 Milyar. Bahkan, pembangunan pasar ini juga telah diresmikan oleh bapak Bupati Pelalawan HM Harris pada awal tahun 2016 lalu. Dimana pak Bupati berjanji kepada masyarakat akan memfungsikan pembangunan pasar tersebut pada tahun 2017 lalu. Tapi entah mengapa, hingga saat ini pasar tersebut masih juga belum difungsikan. 
 
Tentunya janji pak Bupati ini belum ditepati, sehingga kami mempertanyakan pembangunan infrastruktur gedung pasar ini karena tidak jelas peruntukkan dan kegunaannya. Dan kami menilai bangunan mubazir karena sampai hari ini tidak ada para pedagang yang menempati pasar tersebut untuk melakukan transaksi jual beli antara produsen dengan konsumen," ujar salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Pangkalan Kuras Dian Nugroho, Senin (21/5) via selulernya.
 
Menurut pria jebolan fakultas ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) ini, seharusnya pembangunan gedung pasar  megah dua lantai ini, dapat merefleksikan ekonomi kerakyatan. Dimana pemerintah harus mendasarkan pada rakyat, salah satunya adalah keberpihakan terhadap pasar yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Dan hal ini telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan merealisasikan pembangunan pasar di kelurahan Sorek kecamatan Pangkalan Kuras dalam konsep Ekonomi Kerakyatan Nawacita pada tahun 2015 lalu. 
 
" Tapi masalah ya itu tadi, mengapa Pemkab Pelalawan tidak memfungsikan pembangunan pasar Sorek yang telah rampung dibangun tersebut. Ini sama saja Pemkab Pelalawan tidak mendukung program yang telah diterapkan oleh Pemerintah pusat dalam konsep Nawacita tersebut. Untuk itu, maka kami mendesak agar Pemkab Pelalawan melalui Dinas Koperasi-UKM Perindustrian,Perdagangan dan Pasar (Diskop UKM Perindagsar) Pelalawan, dapat segera memfungsikan pembangunan pasar tersebut, sehingga dana milyaran rupiah yang telah digelontorkan untuk pembangunan pasar itu tidak menjadi sia-sia dan mubazir. Dengan demikian, maka perekonomian masyarakat  kabupaten Pelalawan akan semakin tumbuh dan meningkat sesuai dengan target Program Pelalawan Makmur yang telah diusung oleh Pemkab Pelalawan," sebutnya. 
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskop UKM Perindagsar Kabupaten Pelalawan Drs H  Zuerman Das MM mengatakan, pihaknya telah melkukan koordinasi dan memanggil pihak ke tiga pengelola pasar modren tersebut yakni PT Bina Karya Pelalawan untuk mempertanyakan belum dioperasikannya proyek pembangunan yang didanai oleh pemerintah pusat itu. 
 
" Dan dari informasi pihak ketiga yakni PT Bina Karya Pelalawan sebagai pengelola kepada kita, belum difungsikannya pasar tersebut akibat masih adanya bagian dari kios – kios yang belum selesai dibangunan dan sekarang masih dalam tahap finishing. Sedangkan PT Bina Karya Pelalawan menargetkan pasar modern sorek akan dioperasikan pada akhir pelaksanaan puasa ramadan 1439 H. Untuk itu, kita berharap agar PT Bina Karya Pelalawan dapat segera mengoperasionalkan pasar modren ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," tuturnya 
 
seraya menyebutkan 50 persen los dan kios di pasar tersebut telah dipesan (booking) oleh sejumlah pedagang. Untuk diketahui, dana pembangunan pasar modren Sorek ini berasal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 sebesar Rp 4,7 milyar dari anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan telah diresmikan pada bulan Desember tahun 2016 lalu. 
 
Sedangkan fasilitas yang berada di Pasar Sorek itu sendiri, dibangun fasilitas untuk pedagang (los) untuk 88 pedagang. Selain los pasar, di sana juga didirikan musholla, Kantor Metrologi Legal, semenisasi, 28 kios, water tank sumur penampung air dan drainase. 
 
Hanya saja hingga saat ini, pembangunan pasar modren Sorek sebagai sarana pusat perekonomian masyarakat tersebut, belum kunjung difungsikan dan dimanfaatkan oleh Pemkab Pelalawan melalui Diskop UKM Perindagsar Kabupaten Pelalawan, sehingga menjadi tanya tanda bagi seluruh masyarakat di Negeri Bono tersebut. 
 
(MN/ MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar