Pasca teror Bom, masyarakat diminta aktifkan Siskamling

SIAK, seputarriau.co - Pelaksana tugas Bupati Siak Alfedri meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme. Warga Siak diharapkan mendeteksi dini upaya teror dengan aktif memantau kondisi di lingkungan masing-masing.
 
 
Menurut Alfedri, Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai salah satu langkah strategis yang bisa digalakkan masyarakat. Lewat konsep ronda swadaya, masyarakat dipercaya bisa lebih waspada terhadap ancaman di lingkungannya.
 
 
"Saya minta mulai dari RT/RW  untuk mendata setiap warga baru, rumah kontrakan maupun rumah kos di wilayahnya, yang dikoordinir oleh penghulu/lurah dan camat setempat," kata Alfedri, Senin  (21/5/ 2018) pagi, di aula Kantor Bupati Siak.
 
 
Lebih lanjut disampaikannya, Pemerintah Kabupaten Siak telah membuat surat edaran Siskamling, sebagai penegasan, untuk kembali membentuk Siskamling. Ini agar digalakkan kembali melalui koordinasi pemerintah daerah. 
 
 
Dikesempatan itu masyarakat diminta untuk tidak khawatir secara berlebihan terhadap terorisme. Sebab Kepolisian dan TNI diyakini telah berupaya mengantisipasi setiap ancaman, yang  penting adalah masyarakat tetap terus waspada.
 
 
Sementara Kapolres Siak, AKBP Ahmad David SIK, akan membuat program zero miras, zero premanisme dan pemberantasan narkoba. Karena menurut dia, upaya pencegahan lebih baik dari pada penindakan.
 
 
Menurut Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Timmy P Harvianto, permasalahan teroris dan rad?kalisme di daerah tentulah tidak cukup untuk diketahui semua, oleh karena itu perlu adanya kerjasama dengan masyarakat. 
 
 
Ia menghimbau dengan banyaknya keyakinan dalam menjalankan ibadah muslim hendaknyva dikembalikan sesual ajaran Alquran dan hadis dan untuk penertiban premanisme harus di ambil sikap tegas, agar ada efek jera.
 
 
Kajari Siak Zondri SH menambahkan, di lingkungan RT/RW setiap tamu atau orang tak dikenal wajib lapor 1x24 jam, sebagai upaya pencegahan dini. Karena kata dia, pelaku teror tersebut bisa dari warga Siak sendiri maupun dari pendatang. Kemudian mewaspadai setiap pelabuhan tikus disetiap kecamatan atau wilayah yang ada aliran sungainya.
 
 
Diujung acara dilakukan penandatangan pernyataan dan sikap serta Maklumat bersama, oleh Forkompimda, seluruh camat se Kabupaten Siak, Kemenag Siak, FKUB, dan Forum Pembauran Kebangsaan.
 
(ADF)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar