MTQ Perdana Tingkat Kecamatan Bathin Solapan Resmi Dibuka Dengan Menekan Tombol Sirine

BATHIN SOLAPAN, Seputarriau.co - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang Perdana tingkat Kecamatan Bathin Solapan berjalan sukses, rangkaian acara yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah dipersiapkan panitia.
 
Sebelumnya, Bupati Bengkalis telah membuka secara resmi pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Siak Kecil, Bukit Batu, Pinggir, Bantan, Bengkalis dan Bandar Laksamana.
 
Pada malam ini, Sabtu (21/4/18) di Desa Tambusai Batang Dui, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin kembali membuka secara resmi MTQ ke I tingkat Kecamatan Bathin Solapan yang diikuti seluruh kafilah dari utusan desa se Kecamatan Bathin Solapan.
 
Didampingi istri, Kasmarni Amril, Bupati dengan mengunakan seragam baju kurung melayu khas bengkalis, warna biru dipadukan dengan kain songket warna merah muda tiba di astaka utama sekitar pukul 20.09.WIB
 
Ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Bengkalis, Amril Mukminin didampingi, Ketua Umum LPTQ Provinsi Riau, H Ahmad Syah Haroffie, Kemenag Bengkalis, H Jumari, Camat Bathin Solapan, H Amiruddin, Ketu Panitia, Wahyu Hidayat, tanda dibukanya MTQ ke I tingkat Kecamatan Bathin Solapan .
 
Dalam sambutannya, Bupati Amril mengatakan MTQ merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka menjaring para qori dan qori’ah yang selanjutnya akan mengikuti mtq di tingkat kabupaten dan naik ke tingkat provinsi.
 
“Dengan kegiatan MTQ ini gezzah islam yang kembali menggeliat dan terlihat  di kalangan masyarakat sehingga Al-Quran betul-betul lekat pada diri masyarakat dan dengan sendirinya prilaku masyarakatpun akan terarah menuju prilaku yang qurani,” harap Amril
 
Kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial atau bahkan pelaksanaan program santri tahun akhir semata. MTQ adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat keislaman dan semangat persatuan umat islam yang saat ini sedang mengalami masa krisis, di mana alquran hanya sebatas ditenggorokan, belum menyentuh qalbu, jelasnya
 
Setiap penyelenggaraan MTQ seperti ini, kata Bupati, sepatutnya mampu untuk senantiasa memperbaharui dan memantapkan niat, bahwa menyelenggarakan MTQ adalah dalam rangka ibadah.
 
 
 
Karena,  sambungnya, yang di musabaqahkan adalah kalam dan firman Allah SWT. disadari penyelenggara mtq senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan memahami al -qur’an serta mengamalkan al qur’an  sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
 
“Sungguh keliru apabila pelaksanaan MTQ hanya dipahami dari sisi kegiatan syi’ar keagamaan. tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya.” Ungkapnya.
 
(Rls/DEW)
 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar