Forum LSM Riau Bersatu Meminta 7 Tuntuntan Kepada Polda Riau

PEKANBARU, seputarriau.co - Ratusan Mahasiswa, Buruh, Pemuda Pancasila (PP) dan Masyarakat yang tergabung dalam Forum LSM Riau Bersatu Kamis (26/11), menyampaikan aspirasi di depan Polda dan Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Provinsi Riau.

Aksi dimulai dari Pustaka Wilayah (PUSWIL) pada pukul 11:00 wib, menuju kantor POLDA Riau dan dilanjutkan di KEJATI. Dalam aksinya Sekretaris Umum Forum LSM Riau Bersatu, Bosran Efendi Koto meminta 7 tuntutan.

1. Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi Riau agar fokus terhadap kasus-kasus dan masalah yang belum tuntas.
2. Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi Riau memperbaiki citra instansi hukum dengan bersikap independen, profesional, bersih dan transparan dalam menindak lanjuti aduan atau laporan masyarakat.
3. Kepolisian daerah dan kejaksaan tinggi riau mengedepankan profesionalisme dalam menerima masukan atas sebuah kasus tanpa adanya intervensi dan tekanan.
4. Kepolisisan daerah dan kejaksaan tinggi riau, tidak tergiring oleh kepentingan politik tertentu.
5. Kepolisian dan kejaksaan tinggi riau tidak tergiring dan harus mwngklarifikasi gonjang-ganjing peraoalan H.Ir.Arsyadjuliandi Rachman.
6. Menghimbau Kepada Kepolisian Daerah Riau, agar mengambil langkah sikap tegas jika ada aksi-aksi yang bersifat merusak citra dan wibawa pemerintah.
7. Untuk dapat bersikap tegas atas adanya isu dengan istilah "TRIO RAHMAN".

Aksi ini dilatarbelakangi oleh dugaan korupsi pembangunan jembatan Pedamaran I dan II di Rohil, Dugaan korupsi pengadaan buku di Badan Perpus dan arsip Daerah Provinsi Riau, Dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (BANSOS) Pemerintah Provinsi Riau ke UIR sebesar Rp 2,8 Milliar, dan dugaan-dugaan lainnya.

Meski sempat terjadi bentrok antara massa Forum LSM Riau Bersatu dengan pihak KEJATI Riau, namun aksi berjalan dengan aman dan terkordinir. Pihak kejati menyambut baik orasi mereka serta mempersilahkan perwakilan dari massa untuk melakukan mediasi. *sr2*


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar