DISPORA Riau Polisikan HMI

Putut "Tidak menutup kemungkinan akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka"

Logo HMI
PEKANBARU, seputarriau.co - Pasca kerusuhan oleh masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa waktu lalu sejak dibukanya Kongres Nasional HMI Ke-29 di Pekanbaru, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau membuat laporan ke Polresta Pekanbaru terkait pengerusakan fasilitas dan infrastruktur di Gelanggang Remaja.
 
Aparatur Sipil Negara (ASN) Dispora Riau, Joko Suyono selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengelolaan dan Pemeliharaan Gelanggang Remaja mendatangi Polresta Pekanbaru Selasa (24/11/2015). 
 
"Iya, kemarin pihak Dispora Riau datang membuat laporan terkait dengan kerusakan di Gelanggang remaja serta beberapa barang yang berada di dalam gedung juga dijarah oleh masa HMI," ujar Wakil Kepala Polresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Rabu (25/11/2015).
 
Menurut Putut, dalam laporan tersebut, Joko memberikan beberapa daftar infrastuktur Gelanggang Remaja yang mengalami kerusakan, diantaranya, delapan buah pot tanaman, 30 buah lampu taman, lima buah lampu sorot, tiga unit pos Satuan Pengamanan (Satpam), delapan buah rambu-rambu, keramik lantai seluar 19 meter persegi, pavingblok taman seluas 25 meter persegi, 33 buah besi palang pagar, 25 buah tempat sampah, tujuh unit hidrant, 50 buah akrelit.
 
"Satu buah tiang gawang, bangunan pagar, selang air sepanjang 25 meter dan kipas Air Conditioner (AC) sebanyak 24 unit yang mengalami kerusakan pasca kerusuhan masa HMI," kata Putut.
 
Ia melanjutkan, selain memberikan daftar barang-barang dan fasilitas yang mengalami kerusakan. Pihak ASN Dispora Riau juga memberikan daftar barang-barang dan inventaris Gelanggang Remaja yang hilang setelah dijarah oleh masa HMI. Terdiri dari, satu unit LCDTV 42 inchi, dokumen dinas yang disimpan dalam empat buah kotak, satu buah mikrofon, dua buah standmic, satu buah speaker aktif, satu buah headphone.
 
"Satu unit telepon, satu unit printer, satu unit handicam, satu unit UPS, 13 buah sapu lantai, delapan buah sapu lidi, selang sepanjang 50 meter, stik kaca lima unit, 24 buah kain pel, tiga galon cairan pembersih lantai, empat kaleng pengharum ruangan, 12 pak kapur barus, enam buah gunting rumput, lima buah parang, tiga buah cangkul, sembilan buah serok sampah, delapan buah penyikat lantai, tujuh buah karet air, dua unit mesin pemotong rumput, 16 lembar keset kaki," urainya.
 
Dari laporan seluruh barang-barang dan inventaris yang rusak serta dijarah masa HMI tersebut, Putut menjelaskan, pihaknya masih akan menyelidiki laporan tersebut dan melakukan pengecekan kembali.
 
"Dari keterangan pelapor (Joko, red), masih ada beberapa barang dan fasilitas yang ada di Gelanggang Remaja yang belum terdata. Nanti akan kita pastikan berapa jumlah seluruhnya, untuk sementara jumlah barang dan fasilitas keseluruhan yang mengalami kerusakan ada 200 lebih item," jelasnya.
 
Sedangkan untuk barang-barang dan fasilitas yang hilang dijarah oleh masa HMI, Putut menuturkan, ada sekitar 155 item. Dari keseluruhan item yang mengalami kerusakan maupun yang hilang dijarah masa HMI, diperkirakan kerugian yang dialami Pemprov dalam hal ini Dispora Riau ditaksir mencapai Rp. 200 juta.
 
"Seluruhanya ada sekitar 355 item, baik yang mengalami kerusakan maupun yang dijarah oleh masa HMI. Dengan kerusuhan yang terjadi, Dispora mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 200 juta. Namun, itu belum angka yang pasti, kemungkinan akan bertambah lagi mengikut hasil pendataan yang masih terus dilakukan oleh Dispora," ucap Putut.
 
"Tidak menutup kemungkinan akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.
 
*sr1/halloriau.com*


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar