Gara-gara Kadis PMD Inhil Tak Datang, DPRD Batalkan Hearing Terkait Seleksi Bakal Calon Kades

Foto : Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Tim seleksi bakal calon kepala desa, bekerjasama dengan pihak Universitas Islam Indragiri (Unisi) resmi dibatalkan.

TEMBILAHAN, seputarriau.co - Polemik dari gagalnya dua calon Kepala Desa mengikuti Pemilihan Kepala Desa akhirnya menemui titik terang, difasilitasi Komisi I DPRD Inhil, dua calon kades yang gagal mengikuti seleksi dipertemukan dengan panitia seleksi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kamis (10/8/2017).

Dalam RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said itu, kedua Calon Kades yang gagal adalah Said Jaelani dan Iskandar memiliki masalah yang berbeda.

Said Jaelani disebut terlambat menyerahkan perbaikan syarat pendaftaran, sementara Iskandar digugurkan karena bermasalah dengan ijazah.Â

Dari pertemuan itu, Ketua Komisi I, Yusuf Said menuturkan kejanggalan-kejanggalan dari permasalahan yang terjadi yang hampir merupakan kesalahan dari panitia.Â

Ads
''Seperti keterlambatan pendaftaran. Sesuai dari laporan, Jaelani ini tidak terlambat mendaftar, tapi perbaikan yang terlambat. Padahal menurut persepsi kami berdasarkan perda, tanggal 7 Juli sebagai hari terakhir mendaftar itu sampai jam 00:00,'' katanya.

Menanggapi hal itu, Yulizal, Kapala Dinas PMD yang sekaligus ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Indragiri Hilir menyetujui bahwa tenggat waktu terakhir adalah sampai jam 00:00.

Terkait penguguran Iskandar sebagai Calon Kades dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa melampirkan ijazah, padahal yang bersangkutan sudah menyerahkan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian.

''Dan untuk mengurus surat keterangan kepolisian, Iskandar sudah melampirkan surat keterangan dari pihak sekolah dimana dia pernah terdaftar. Jadi untuk masalah ini perlu diperjelas dan dicarikan solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan,'' ujar Politisi Partai Golongan Karya itu.

Setelah dilakukan rapat bersama sesuai dengan laporan dan data yang ada, akhirnya Komisi I DPRD Inhil bersama Dinas PMD mengambil kesimpulan agar panitia Pilkades Kabupaten beserta Pengawas Pilkades turun ke Desa Pelanduk untuk mengumpulkan data.

''Jumat (11/8/17) tim turun kelapangan. Senin nanti sudah ada keputusan terkait hal ini, apapun itu. Sepakat ya Pak Kadis,'' tanya Yusuf Said yang di iyakan oleh Kadis Dinas PMD, Yulizal.

Sedangkan terkait laporan ketidakpuasan yang diterima Komisi I DPRD dari calon Kades terkait hasil seleksi oleh tim dari Unisi selaku tim Independen yang menseleksi peserta, Yusuf meminta ketegasan apakah mampu mempertanggung jawabkan hasil seleksinya.

"Kami minta tim independen siap jika bertanggung jawab jika ada yang tidak terima dan mengadukan ke jalur hukum," katanya.

Gunawan S selaku ketua tim menyampaikan jika pihaknya yakin sepenuhnya seleksi sudah sesuai dengan peraturan. "Dan kami siap bertanggung jawab," imbuhnya.


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar