Wagubri Temui Djohar Firdaus dan Herlian Saleh di Rutan Sialang Bungkuk

Foto : Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim temui mantan Ketua DPRD Riau Djohar Firdaus dan mantan Bupati Bengkalis Herlian Saleh di Rutan Sialang Bungkuk bersama anggota Komisi III DPR RI
PEKANBARU, seputarriau.co - Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim temui dua mantan pejabat Riau disela-sela kunjungannya ke Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk bersama anggota Komisi III DPR RI, Selasa (16/5/17).
 
Kedua mantan pejabat yang ditemui itu yakni mantan Ketua DPRD Riau Djohar Firdaus dan mantan Bupati Bengkalis Herlian Saleh. Saat pertemuan itu, Wan Thamrin menyapa dengan hangat terhadap dua mantan pejabat masing-masing tersandung kasus hukum tersebut.
 
"Apa kabar pak," kata Wagubri saat menyapa kedua mantan pejabat tersebut, Selasa (17/5/17).
 
Selain itu, Djohar dan Herlian pun sempat mengucapkan selamat kepada Wan atas dilantiknya dirinya sebagai orang nomor dua di Riau.
 
Ada pun selama mendampingi kunjungan Komisi III yang dipimpin Muhammad Nasir Jamil melihat ruang tahanan yang ada di blok-blok dalam Rutan. Pada kesempatan itu, Komisi III DPRI juga menyoroti over kapasitas tahanan yang jauh melebihi jumlah yang seharusnya.
 
Diakuinya saat meninjau, dirinya memang melihat blok-blok tahanan sudah overkapasitas. Hal itu menurutnya diperparah dengan keterbatasan jumlah petugas yang sangat tak ideal berbanding dengan tahanan yang berjumlah 1.315. yang ada saat ini. 
 
Hal itu memang menjadi persoalan. Ditambah lagi dengan sejumlah persoalan yang selama ini membuat para tahanan 'menjadi berontak' seperti adanya pungutan liar sudah masif dilakukan pihak Rutan.
 
Karena itu, menurut Nasir Jamil, kejadian yang konon katanya pertama terjadi di Indonesia bahkan di dunia dengan jumlah tahanan yang kabur mencapai ratusan tersebur harus ada upaya penanganan berkesinambungan. 
 
Karena itu, Komisi III DPR RI akan melakukan kajian penambahan petugas baik di Rutan mau pun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal ini salah satu cara mengantisipasi hal-hal tak diinginkan selain juga perlunya penambahan bangunan Rutan dan Lapas.
 
Hanya saja politisi Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) ini tak merincikan pasti apakah Riau secara umum juga akan mendapat alokasi bangunan untuk Rutan dan Lapas tersebut. 
 
"Harus diakui jumlah petugas sangat terbatas, tapi bukan disini saja, tetapi hampir terjadi di seluruh Indonesia," ujar Nasir Jamil.
(MN/MCR)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar