Perusahaan Normalisasi Seadanya, Bambang Minta Normalisasi Sampai Hilir Sungai Siak

foto : Penghulu Kampung Pinang Sebatang Tinjau dan Tunjuk Lokasi

PERAWANG, seputarriau.co - Perusahaan PT Indah Kiat Perawang bantu normalisasi anak sungai Perawang Besar seadanya mengunakan Excavator Ampibi di Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Tualang, Sabtu (29/04/17) kemarin.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang Bambang Syahputra, SH menyebutkan banjir bukan merupakan air pasang melainkan karena sungai Perawang Besar tersumbat (tidak lancar). Sebab telah lama tidak dinormalisasikan, jadi air kurang lancar akibat pendangkalan dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

"Banjir itu bukan dari air Pasang tapi air dari atas sungai Perawang Besar dikarenakan tersumbat sudah lama tidak di normalisasi jadi air kurang lancar ke hilir sungai Siak. Alhamdulilah tadi perusahaan sudah menurunkan 1 unit Excavator  agak lumayan lancar cuma alat tak bisa sampai ke hilir," terang Bambang kepada seputarriau.co, Sabtu (29/04/17) sekira pukul 19.50 WIB melalui pesan Whatsappnya kemarin.

Humas PT Indah Kiat Pulp dan Paper Perawang Armadi saat dihubungi melalui pesan Whatsappnya enggan membalas pertanyaan yang dilontarkan awak media, Sabtu (29/04/17) sekira pukul 19.40 WIB terkait dugaan pengalihan aliran anak sungai Perawang Besar (Zaitun) yang menyebabkan terjadinya pendangkalan.

Namun, Armadi selaku Humas PT Indah Kiat Perawang mencoba mengklarifikasi terkait aliran sungai Perawang melalui telepon selulernya kepada awak media, Minggu (30/04/17) sekira pukul 09.00 WIB mengatakan bahwa aliran anak sungai Perawang tetap ada, sementara kanal itu perusahaan ada buat agar dapat menampung debit air yang cukup banyak.

"Soal pendangkalan kita tidak bisa, harus kepada yang lebih tahu soal itu. Untuk aliran anak sungai Perawang tetap ada, cuma perusahaan ada buat kanal agar dapat menampung debit air lebih banyak," ungkap Armadi, Minggu (30/04/17) sekira pukul 09.00 WIB.

Kemudian aliran sungai Perawang bagian bawah (hilir,red) Armadi mengungkapkan agar berkordinasi bersama pihak pemerintah. Perusahaan tidak punya kewenangan terkait normalisasi tersebut. Sementara itu pihak perusahaan telah melakukan normalisasi, walau tidak sepenuhnya dilakukan bersama Penghulu Kampung Pinang Sebatang.

"Saya sudah instruksikan kepada kawan-kawan agar memakai Excavator Ampibi tapi memang tidak terjangkau. Penghulu juga sudah menyarankan agar memakai Speedboat agar bisa membersihkan aliran anak sungai bagian hilir tersebut," ujarnya.
(HRS)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar