Satpol PP Siak Lakukan Razia Gabungan, Temukan Miras dan PSK

Foto : Satpol PP Siak dan Aparat Kecamatan Tualang Razia Miras ditempat Hiburan Malam yang tak memiliki Izin
TUALANG, seputarriau.co - Menjamurnya bisnis  karaoke dan cafe yang masih menjual minuman keras (miras) dan tidak memiliki perizinanan lengkap bahkan perizinanan yang sudah habis masa berlaku izin marak di kecamatan tualang
 
Keberadaan bisnis usaha ini sangat meresahkan warga karna sering terjadinya perkelahian dan mabuk-mabukan, Apalagi baru-baru ini juga terjadi pengeroyokan terhadap petugas Satpol PP yang mengakibat kan luka parah. Hal itu akan menjadi catatan buruk bagi pelaku bisnis usaha karaoke dan cafe
 
Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP)  melakukan razia gabungan ke tempat hiburan malam dan Warnet, Razia Dipimpin Langsung Oleh Kasatpol PP Kabupaten Siak, Hadi Sanjoyo Ap MS.i Beserta Perangkat Pemerintah Kecamatan  Tualang, hadir dalam operasi Razia Camat Tualang, Zalik Efendi, Kabid Trantib, Kabid Linmas, Kabid penyidik Dan Kabid humas ternyata masih banyak terdapat temuan terkait tidak ada nya perizinan dan masih menjual minuman keras (miras) 
Di kecamatan tualang, Selasa(24/1) pada Pukul 21.30 Wib
 
" kami akan tindak tempat karoke dan cafe yang masih menjual miras (red: Minuman Keras)  juga yang tidak mempunyai perizinan kami akan mensegel tempat usahanya kalau masih membandel karna kami sudah menghimbau beberapa kali tapi masih juga di abaikan dan ini akan menjadi catatan tersendiri bagi kita bahwsannya banyak kita jumpai tempat hiburan malam yang tidak mempunyai izin, " ujar Kasatpol  PP Siak Hadi Sanjoyo Ap Msi saat di temui awak media seputarriau.co
 
"Apalagi baru-baru ini terjadi pengeroyokan terhadap petugas kami 
Yang saat ini tersangka masih dalam pengejaran pihak kepolisian, selanjut nya ke depan kami akan terus merazia dan mentertibkan tempat-tempat hiburan malam karaoke dan juga warnet" pungkasnya  dengan tegas
 
Jelas Larangan ini mengacu pada Perda No 5 tahun 2007 tentang Penyakit Masyarakat, Peraturan Bupati no 13 tahun 2007 tentang larangan minuman beralkohol, diperkuat dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan dan pengedaran minuman beralkoohol.
 
Dari sejumlah barang bukti berupa minuman keras jenis bir dari beberapa tempat yang di temui seperti Cafe Scorpio sebanyak 306 botol, Pujasera 77 sebanyak 104 botol, dan Cafe andus Arianja sebanyak 48 botol minuman dan kini semua barang bukti sudah di aman kan oleh pihak satpol PP dan akan segera di musnahkan
 
Beberapa wanita penghibur dan Pekerja sek komersial (psk) turut menghiasi gemerlap nya suasana karoke dan cafe, rata-rata mereka berasal dari berbagai daerah, saat di data oleh petugas hanya 4 orang yang mempunyai identitas lengkap dan sebagian tidak mempunyai identitas lengkap
 
Pada saat melakukan investigasi di lapangan petugas satpol PP mendapat perlawananan dari pemilik cafe karna barang bukti tidak boleh di bawa oleh petugas. Hal ini tidak meyurutkan semangat tim Satpol PP yang pada waktu itu sedang menertibkan dan menjalan kan tugas negara
 
Tidak hanya itu saja petugas Satpol PP dan tim juga mengamankan warnet - warnet yang tidak mengindahkan himbauan dan masih beroperasi sampai dini hari
Apalagi di warnet masih juga di jumpai beberapa pelajar dan anak-anak di  bawah umur yang sedang melakukan kegiatan di warnet tersebut sampai larut malam jelas hal ini akan merusak moral dan mental seorang pelajar karna seharus nya mereka  belajar di rumah dan mengerjakan  tugas pekerjaan rumah  dari sekolah. 
(RK)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar