SMPN 36 Pekanbaru Berikan Beban Kepada Wali Murid

PEKANBARU, seputarrriau.co - Peraturan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia khususnya Kota pekanbaru hanya sekedar peraturan saja , seperti yang terjadi di sekolah SMPN 36 Pekanbaru jalan Pemuda, Kecamatan Payung sekaki tidak mengindahkan peraturan Kemendiknas.‎

Buktin nyata yang di lakukan pihak sekolah melakukan Pungutan uang perpustakaan dari Mulai 25 Ribu hingga mencapai 50 Ribu rupiah,belum lagi pembelian buku LKS senilai 125 Ribu Rupiah,Alih-alih bukannya memperingan biaya sekolah, SMPN 36 pekanbaru yang terletak di Jalan Pemuda Tampan ini malah memberikan beban kepada Wali Murid dengan biaya lain.

Ini terbukti sekolah yang tidak mentaati aturan yang berlaku,saat di temui awak media seputarriau.co, Kepala Sekolah SMPN 36 Pekanbaru H.Mashur S.Pd saat di konfirmasi terkait pungutan dana iuran Perpustakaan membantah bahwa pihaknya tidak ada memungut biaya perpustakaan" kami tidak ada memungut biaya apapun di sekolah kalaupun ada pasti tidak saya perbolehkan" katanya kepada seputarriau.co di ruang kerjanya.

Sementara dari keterangan beberapa Wali Murid mengaku bahwa mereka Wali Murid yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan pihaknya di pungut biaya perpustakaan dan membeli buku LKS " benar bang anak kami di pungut uang perpustakaan sebesar Rp.50.000.00,' oleh pihak Sekolah belum lagi di tambah membeli buku LKS sebesar Rp.125.000‎,00 ,sementara kebutuhan hidup sehari-hari kan banyak juga, mana yang katanya sekolah gratis, hampir semua buku dibeli dan buku yang diperpustakaan tidak boleh dipakai kami disuruh mem photo copy buku tersebut, pungkas ibu Empat anak ini.

Setelah kurang lebih 1 jam awak media memberikan beberapa pertanyaan‎ akhirnya, tiba-tiba Kepala Sekolah dengan spontan membeberkan bahwa pihaknya pernah memungut uang perpustakaan " kami benar memungut biaya itu tetapikan itu untuk membayar hutang-hutang sekolah, membeli buku untuk perpustakaan,seperti saat ini wali murid tadi mendapatkan uang Bantuan Siswa Miskin (BSM) berarti mereka dapat rezeki apa salahnya wali murid tersebut membayar iuran perpustakaan" cetusnya kepada seputarriau.co.

Setelah lama berbincang dengan awak media, Kepala sekolah berjanji akan mengembalikan uang siswa-siswi tersebut,
" saya khilaf, saya berjanji akan mengembalikn pungutan uang perpustakaan tersebut", tutup Mashur.

Di harapkan pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru,Dinas Pendidikan Provinsi Riau segera menindak tegas Sekolah yang memungut iuran kepada Wali Murid dalam Jenis bentuk apapun.‎
(IN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar