Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Telah Mencapai 21,5 Kilometer

Foto : ilustrasi jalan tol pekanbaru-dumai
PEKANBARU, seputarriau.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah mempercepat proses pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol tujuan Pekanbaru-Dumai dengan panjang mencapai 129 kilometer. Recananya peletakan batu pertaman (ground breaking) jalan tol ini akan dilakukan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dalam waktu dekat ini.
 
Menurut keterangan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau, Masperi mengatakan bahwa hingga saat ini pembebasan lahan yang telah dilakukan sudah mencapai 21,5 kilometer.
 
"Pembebasan lahan yang kita lakukan telah mencapai panjang 21,5 kilometer dari sebelumnya 19 kilometer. Kita akan terus upayakan sepecepatnya agar proyek pembangunan jalan tol ini cepat terealisasi," terangnya, Kamis (26/05/2016).
 
Lanjut Masperi, kesulitan dan kendalan masih ditemui oleh tim, yaitu masalah angka ganti rugi kepada pemilik tanah dan administrasi surat-menyurat yang masih didalami oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Riau. Sebanyak 18 persil tanah yang berada di wilayah Kota Pekanbaru belum bisa dibebesakan.
 
"18 persil tanah yang belum selesai itu, saat ini perkembangannya telah dititpkan ke pengadilan. Tergantung pemabayaran yang akan dilakukan pihak berwenang, yakni merupakan tugas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," lanjutnya.
 
Lanjut Masperi lagi, permasalahan yang sangat pelik adalah masalah ganti rugi lahan karena memiliki satu lahan yang sama, namun tetapi beberapa dari pemilik tanah yang berbeda yang dilengkapi surat-surat berujung ke pengadilan.
 
Dengan sudah dititipkan ke pengadilan, maka pembangunan proyek tol Pekanbaru-Dumai sudah bisa dilakukan di atas persil, sembari menunggu prosesnya tuntas lewat jalur hukum tersebut.
 
"Itulah permasalahan yang ditemukan oleh tim di lapangan. Namun tetapi masalah ini kita ingin cepat selesai dan bila pelu sampai ke pengadilan. Dengan tujuan agar dikemudian hari tidak mengganggu pekerjaan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai," pungkasnya.
 
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini sebelumnya mengatakan, pihaknya menargetkan pembebasan lahan tol Pekanbaru-Dumai selesai pada awal tahun 2017.
 
"Anggaran yang dihabiskan dalam pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol ini kita perkirakan sebesar Rp340 miliar dengan lebar badan jalan 120 meter," katanya.
 
Heditanto mengatakan, terdapat 132 pemilik lahan di sepanjang jalur yang akan diproyeksikan untuk pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan paling banyak pemilik lahan berada di Pekanbaru adalah warga masyarakat.
 
"Di luar wilayah Pekanbaru, mayoritas dimiliki oleh perusahaan atau instansi dengan luas yang jauh lebih banyak. Jadi proses pembebasan lahan diperkirakan akan lebih cepat selesai dari yang dijadwalkan," katanya.
 
 
(IS/rgc)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar