ICMI Dan Muhammadiyah Gelar Webinar tentang Bahaya LGBTQ Bagi Generasi Muda

 

PEKANBARU, seputarriau.co  - Pemerintah Provinsi Riau Bersama ICMI dan seluruh pihak untuk bersama-sama mengajak memperbaiki Perilaku LGBTQ yang melanda generasi Riau saat ini, Kendati menjadi tantangan berat namun harus diberantas agar tidak berkembang di Bumi Melayu.


Melalui Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Riau bersama PW Muhammadiyah Riau menggelar diskusi WEBINAR terkait LGBTQ Di Gedung Dakwah Muhammadiyah Riau, Jl. KH Ahmad Dahlan, Selasa (17/01/2023) Pagi Hingga Siang Hari.


Turut Hadir  Ketua PW Muhamadiyah Riau, Dr H Abdul Wahid Mus, Ketua ICMI Riau, Prof DR. H. Alaidin Koto, Prof DR. Tengku Dahril, Tokoh Perempuan Riau, Bunda Azlaini Agus, PW Aisisiyah Riau, Dra Hj Herlinda, Ketua DPH LAM RIAU, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Dir Binmas Polda Riau, Kombes Pol Wendry Purbyantoro, SH mewakili Kapolda Riau, Ulama sekaligus Akademisi, DR Santoso MA, Pimpinan RS Zainab, dr Diana, serta Tokoh Pendidikan diantaranya : Prof. Muchtar Ahmad, Prof. Tengku Dahril,  Prof. Hasan Basri Jumin,  Ir. Teuku Iskandar Johan, MT., Ir. AZ Fachri Yasin, MAgr., DR. M. Husnu Abadi,Tokoh Masyarakat  serta Para Undangan yang Aktif mengikuti  Webinar Diskusi Terbatas, Diskusi Webinar  ini Mengangkat Tema "LGBTQ ; Prilaku Menyimpang yang Mengancam Peradaban". Pemateri dalam webinar diantaranya : Dr. Hendri Sayuti, MA, Majelis Tarjih Muhammadiyah Riau, Yanuar Arif, M.Psi,  Akademisi, dr. Silvi Nuzerly, Kepala Poli HIV/AIDS RSUD Arifin Ahmad dan drg. Burhanuddin Agung, MM, Wakil Ketua ICM Riau.

Bunda Hj. Azlaini Agus, Berharap Kegiatan Webinar ini memberikan Pemahaman kepada masyarakat riau  tentang bagimana LGBTQ Perilaku Meyimpang Bisa Mengancam Peradaban, " Diskusi Terbatas ini Dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBTQ serta dampaknya terhadap kelangsungan kehidupan umat manusia serta peradaban", Ungkap Bunda Azlaini Agus yang juga merupakan Moderator Dalam Webinar tersebut.

"Selain itu dengan dilaksanakannya Diskusi tersebut diharapkan akan dirancang action plan untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran yang ditimbulkan oleh LGBTQ, Langkah paling awal, sederhana, tapi efektif adalah dengan cara Membangun Ketahanan Keluarga, kemudian langkah-langkah pendampingan dan pemulihan, Selain itu perlu dirancang politik hukum untuk menangani kasus-kasus LGBTQ, yakni dengan pembentukan peraturan perundang-undangan yang memuat juga tentang sanksi terhadap perbuatan atau tindakan LGBTQ", Tegas Bunda Azlaini.


Dalam Sesi Pertama Webinar, diisi oleh Kak Sinyo dari Peduli Sahabat selaku pembicara  memaparkan tentang bahayanya Biseks (bisexual*red), ia menggambarkan seseorang yang mengalami ketertarikan emosional, romantis atau seksual dengan lebih dari satu jenis kelamin. " Jadi ada orang yang terlahir fisiknya laki-laki, namun sifat dan kesehariannya berjiwa perempuan, ketika memiliki orientasi seksual, orang ini bisa terlibat dalam hubungan seksual atau menjalin kasih dengan lebih dari satu jenis kelamin (Hermaphrodite) atau satu orang, nah orang ini sebenarnya ada gangguan psikologis dan membayangkan bahwa dirinya adalah seorang perempuan, ditunjukkan denga perilakunya mellow tapi perasaannya masih laki-laki, berbeda dengan perempuan yang dasar jiwanya punya perasaan yang mendalam", ungkapnya.

(MN)

 

 

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar