Aksi Mogok Kerja Tuntut Bonus, Justru PT THIP Memecat Karyawanya Sepihak

Ilustrasi PHK sepihak


PELANGIRAN-INHIL, seputarriau.co  - Buntut Aksi Mogok kerja yang di laksanakan karyawan beberapa Hari di Bulan Sepetember dalam menuntut keadilan Bonus Berujung Pada Pemecatan atau PHK Sepihak oleh Manajemen PT. TH INDO PLANTATIONS  (THIP*red).

Pasalnya masalah BONUS yang berikan perusahaan PT THIP  pada karyawan yang tidak merata di dapatkan karyawan,  dimana sebahagian  karyawan sudah ada yang menerima bonus dari perusahaan PT THIP, Namun disisi lain masih banyak karyawan yang belum menerima bonus dari perusahaan tersebut,  Inilah alasan aksi mogok kerja yang dilaksanakan karyawan beberapa Hari Bulan September  dalam Hal menanyakan langsung kepada manajemen perusahaan Kejelasannya.

"Kapan waktunya bisa di terima bonus tersebut Karyawan yang masih belum menerima bonus tersebut ?", Ungkap salah satu Karyawan THIP melalui pesan whatsapp ke awak media, Sabtu (24/09)

Namun pihak Manjemen perusahaan tidak dapat memberikan Penjelasan dan jawaban yang pasti Kepada karyawan kapan waktunya menerima bonus karyawan yang belum menerima, Diawali Aksi mogok kerja karyawan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2022 dan Karyawan memberikan waktu kepada manajemen perusahaan 7 hari kerja agar perusahaan bisa memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang di sampaikan oleh yang perwakilan Aksi Mogok.

Aksi Berikutnya tanggal 16 September 2022 karyawan kembali melaksanakan mogok kerja dan turun ke kantor besar perusahaan di KPP  PULAI  PT THIP yang mana peserta aksi Meminta Penjelasa  Ke manajemen perusahaan.

Dan dilanjutkan hingga tanggal 17 September 2022 pekerja masih melanjutkan mogok kerja namun tidak  mendatangi kantor perusahaan tersebut. Disayangkan pada Pelaksanaan mogok kerja tersebut tidak ada surat pemberitahuan yang di sampaikan pihak peserta Aksi Mogok kepada manajemen perusahaan.

Akibat dari hasil mogok kerja karyawan Justru Manjemen Perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja semena-mena ke beberapa orang tenaga kerja dan  Pemutusan hubungan kerja bersifat sepihak.

Ditempat yang sama Pada tgl 15 September 2022 lalu Beberapa serikat pekerja dan serikat buruh yang berada di perusahaan tersebut ngundang Perwakilan mendapat undangan dari pihak manajemen perusahaan, diantaranya  : PUK SBRM ( Serikat buruh riau mandiri), PUK  SPP/ SPSI (Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia), PK  KIKES-KSBSI (Konfederasi Sarikat Buruh Seluruh Indonesia)  untuk bermusyawarah bersama-sama pihak perusahaan, Justru Keinginan Perwakilan Serikat Tersebut Tidak Diakomodir Manajemen Perusahaan dalam Musyawarah Penjelasan Tentang Bonus yang belum didapatkan Karyawan Lainnya, Malah meminta  Perwakilan Serikat untuk menyampaikan kepada Peserta Aksi Mogok  agar tidak Melaksanakan mogok kerja.

Salah seorang Perwakilan Sarikat Buruh yang di PHK Perusahan secara sepihak, menyayangkan sikap manajemen yang tidak mengedepankan etos kerja dan Undang-Undang Buruh, " Perusahaan seharusnya Mengedepankan Undang- Undang Buruh dan Tidak Sepihak MemPHK karyawannya dengan sesuka Hatinya, Kami akan tetap Menempuh Jalan Keadilan dalam Perjuangan Buruh, sehingga kami mendapatkan Penjelasan dari Manejemen Perusahaan", Ujar salah satu Karyawan Yang di PHK.


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar