PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI BERSAMA MAHASISWA KUKERTA UNRI

PEKANBARU, seputarriau.co  - Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021, Angka Stunting di Kota Dumai berada pada prevalensi 23% yang masuk dalam kategori rendah, meskipun begitu tidak boleh lengah dan harus tetap berupaya melakukan pencegahan sedini mungkin untuk menekan angka Kasus Stunting di Kota Dumai.


Dalam rangka pencegahan dan penurunan kasus Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak. Mahasiswa kuliah kerja nyata (KUKERTA) Universitas Riau bersama dengan ibu-ibu posyandu balita yang didampingi oleh Dokter Puskesmas melakukan kegiatan Sosialisasi mengenai bahaya dan cara mencegah terjadinya Stunting pada anak.

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan pada hari kamis, 04 Agustus 2022 di Posyandu Kepodang, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur , Kota Dumai. Kegiatan Sosialisasi ini juga dihadiri langsung oleh Lurah Bukit Batrem , Ibu Wan Meri Hartanti,S.sos. beliau mengatakan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KUKERTA tersebut, sangat bermanfaat bagi masyarakat, terkhusus untuk Kelurahan Bukit Batrem.

" Kegiatan Sosialisasi yang ditaja oleh Mahasiswa KUKERTA UNRI ini sangat bermanfaat bagi ibu dan calon ibu untuk mencegah terjadinya Stunting pada anak," ujar beliau.

Dalam kegiatan Sosialisasi ini Mahasiswa Kukerta UNRI juga membantu Ibu-ibu Kader memberikan bubur kacang hijau, pemberian bubur kacang hijau sebagai makanan selingan yang memiliki segudang manfaat bagi anak-anak.
Devi Tamara Siregar, salah satu mahasiswi KUKERTA UNRI mengatakan bahwa antusias dan perhatian Ibu-ibu sangat tinggi selama Kegiatan Sosialisasi diadakan, hal ini terbukti dari banyaknya Ibu-ibu yang bertanya mengenai kasus Stunting ini.
Sementara itu, Annurul Fadilla selaku pemateri dalam kegiatan Sosialisasi mengungkapkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam pencegahan kasus Stunting ini. Hal ini sebab orang tua harus pandai-pandai dalam memilih makanan yang bergizi untuk anak, tidak harus makan yang mahal, yang paling penting kandungan gizi di makanan.

"Yang kami harapkan setelah kegiatan sosialisasi ini adalah perhatian orang tua terhadap kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak. Selain itu, kami juga berharap agar tidak ada lagi pemikiran mengenai makanan yang bergizi harus mengeluarkan biaya yang mahal. Karena terdapat makanan yang mudah untuk dijangkau namun memiliki kandungan gizi yang tinggi salah satunya yaitu tempe," Ujarnya.

Lancarnya kegiatan sosialisasi ini tidak luput dari bantuan banyak pihak, salah satunya bimbingan dari Ns. Tio Rita Tambunan, S.Kep yang telah banyak membantu Mahasiswa KUKERTA dalam pembuatan materi Sosialisasi Stunting ini.

Dalam Ilmu Kesehatan, anak-anak yang mengalami Stunting dimana kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Namun lambat laun stunting juga mempengaruhi perkembangan otak anak, dimana anak akan lebih lambat dari anak pada normalnya. Pada akhirnya daya saing anak akan menurun di kemudian harinya.


Di akhir kegiatan Sosialisasi Mahasiswa KUKERTA UNRI membagikan brosur mengenai Stunting, dimana isi dalam brosur berisi mengenai pengenalan apa itu Sunting, bahaya Stunting bagi anak dan bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan terhadap kasus Stunting tersebut.

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar