Mahasiswa KUKERTA UNRI Lakukan Lokakarya Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Sebagai Inovasi


Bangkinang, seputarriau.co  - Sebagai suatu inovasi untuk meningkatkan UMKM, mahasiswa kukerta balek kampung Universitas Riau tahun 2022 melakukan lokakarya pembuatan sabun dari minyak jelantah di kelurahan Bangkinang kecamatan Bangkinang kota, Jumat (05/08/2022).
Kegiatan lokakarya ini turut mengundang perangkat desa dan  seluruh anggota Pustu(puskesmas pembantu) di seluruh kecamatan Bangkinang kota serta masyarakat yang ingin ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dimulai hari jumat tanggal 05 Agustus 2022 sekitar pukul 14.30 WIB dengan pembukaan dan dilanjutkan penyampaian sambutan oleh ketua pelaksana kegiatan. "Saya selaku perwakilan dari teman-teman mahasiswa KUKERTA UNRI ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada ibu-ibu yang sudah menyempatkan waktu dan berkenan hadir pada acara hari ini. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada ibu-ibu sekalian," ucap Tyo, selaku ketua pelaksana lokakarya pembuatan sabun dari minyak jelantah. 

Dalam lokakarya pembuatan sabun dari minyak jelantah ini, mahasiswa KUKERTA mendemonstrasikan alat dan bahan yang dibutuhkan serta teknik dan juga cara pembuatan dan pengolahan minyak jelantah sehingga bisa menjadi sabun yang bisa digunakan untuk mencuci piring atau pakaian. 

 
Ketua pelaksana lokakarya ini juga mengatakan " alasan kami menggunakan minyak jelantah untuk dijadikan sabun karena banyaknya minyak goreng bekas pakai dirumah atau tukang gorengan yang terbuang percuma, jadi dengan adanya lokakarya ini diharapkan ibu-ibu bisa memanfaatkan minyak bekas pakai tersebut untuk bisa dijadikan sabun dengan menambah bahan-bahan lain sebagai komponen perangkat sabun dan juga bisa sebagai inovasi untuk meningkatkan UMKM di daerah ini" papar Tyo selaku ketua pelaksana. 
Salah satu mahasiswa kukerta, Ria (Teknik Kimia) yang mendemonstrasikan cara pembuatan sabun dari minyak jelantah tersebut mengatakan “karena bahan untuk pembuatan sabun ini menggunakan soda api, jadi sabun dari minyak jelantah ini harus ditunggu selama 4 minggu baru bisa digunakan untuk mencuci piring ataupun pakaian.” papar Ria.


Sementara itu, salah satu perangkat desa mengharapkan dengan adanya kegiatan lokakarya ini  bisa menjadi salah satu ide UMKM bagi masyarakat kelurahan Bangkinang dan sangat cocok untuk dikembangkan sebagai usaha kecil-kecilan yang bisa dilakukan dirumah. Diakhir acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan  foto bersama.

Untuk diketahui, Tim KUKERTA BALEK KAMPUNG Gelombang 3 Universitas Riau di kelurahan Bangkinang kecamatan Bangkinang kota ada sebanyak 10 orang, yang terdiri dari Prasetyo Medhi, M. Bagus Juneidi, Fadila Mubarokah, Nurdesri Juni Amelia,  Della Yulika, Rahma Azani, Ria Angelina, Desvi Ramadani, Mega Tasya Putri dan M. Rizky Syahputra dengan Dosen pembimbing lapangan Selly Prima Desweni, SE., ME.  


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar