Mahasiswa KKN UNRI Kenalkan Cara Pembuatan Sabun Cuci Piring Ekonomis kepada Anggota PKK Desa Kubang

KAMPAR, seputarriau.co  - Universitas Riau (UNRI) kembali mengadakan program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah bentuk implementasi program Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Kegiatan KKN diselenggarakan pada 12 Juli hingga 16 Agustus 2022 dengan mengusung tema “Pengabdian Masyarakat Melalu Penerapan Keilmuan Untuk Peningkatan Kualitas Hidup”.
Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Unri yang berposko di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mendorong pemberdayaan anggota tim PKK dengan mengadakan sosialisasi mengenai Pembuatan Sabun Cuci Piring Ekonomis pada Sabtu (06/8/2022).


Digagasnya sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan membuka peluang usaha bagi para ibu untuk menambah penghasilan Sehingga, hasilnya tidak sekadar memberi manfaat, tapi dapat dijadikan peluang bagi anggota PKK untuk menambah penghasilan mereka.

“Kami selaku mahasiswa yang sedang melakukan KKN di Desa Kubang Jaya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat dalam menambah pengetahuan. Kami juga menginginkan kegiatan ini tidak hanya menjadi program mahasiswa KKN, tetapi dapat dijadikan peluang usaha bagi para ibu, sebagai sarana menambah penghasilan,” kata ketua KKN Desa Kubang Jaya.


Penyuluhan Sabun cuci piring ini dilakukan selama 2 jam di Aula Kantor Desa Kubang Jaya dan diikuti lebih kurang 30 peserta dari anggota PKK Desa Kubang Jaya. Sosialisasi dimulai dengan pembagian selebaran yang berisi informasi mengenai pembuatan sabun cuci piring selanjutnya pengenalan alat dan bahan dan dilanjutkan penjelasan fungsi sekaligus proses pembuatan. 
Beberapa bahan pembuat sabun cuci piring yang dikenalkan yakni, Texaphon (untuk mengangkat lemak dan kotoran), NaCl (sebagai pengental sabun), Sodium Sulfat (untuk mempercepat pengangkatan lemak), EDTA (sebagai pengawet), Camperlan (untuk mengangkat lemak membandel dan sebagai penambah busa).

Kemudian, Foam Booster (sebagai penambah busa), antibakteri (untuk membunuh bakteri), Gliserin (untuk melembutkan dan memberikan rasa licin), pewangi (memberikan bau harum pada sabun), pewarna (untuk memberi warna pada sabun), dan air (sebagai pelarut).
Proses pembuatan sabun cuci piring dipraktekan secara bergiliran oleh anggota kelompok KKN dan disaksikan oleh anggota PKK Desa Kubang Jaya. Setelah demonstrasi selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Selanjutnya sabun cuci piring yang telah selesai dikemas dalam kemasan botol plastik yang diberi stiker KKN Kubang Jaya. Dan dilanjutkan dengan pembagian sabun cuci piring ke masing masing anggota PKK Desa Kubang Jaya.
 
Penulis : Fiolla Aprilisty – Teknik Kimia, Universitas Riau


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar