Abrasi di Bengkalis Makin Parah, Pemkab Anggarkan Rp62,2 M Untuk Pengaman Pantai

Abrasi Pulau Bengkalis (Copyright.Int)
BENGKALIS, seputarriau.co - Abrasi yang terjadi Pulau Bengkalis, khususnya di wilayah Kecamatan Bantan semakin parah. Kebun dan lahan pertanian serta rumah masyarakat terancam amblas ke laut. Guna mengurangi laju abrasi, tahun ini Pemkab Bengkalis menganggarkan Rp62,2 miliar untuk pembangunan pengaman pantai.
 
Menurut tokoh masyarakat Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Jalaluddin kepada wartawan, Selasa (5/4/2016), abrasi merupakan momok yang menakutkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang terkenal dengan gelombang pasang yang cukup besar yang memicu laju abrasi.
 
"Abrasi merupakan persoalan yang sangat serius dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir. Puluhan meter kebun dan lahan pertanian, bahkan tempat tinggal warga terancam amblas ke luat setiap tahunya," ujar Jalal.
 
Diakui Jalal, Pemkab Bengkalis melalui program rehabilitasi dan konservasi kawasan pesisir dengan pemberdayaan kelompok masyarakat pesisir dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis sudah berupaya melakukan upaya pencegahan terhadap laju abrasi. Ia berharap tahun ini program tersebut bisa dilanjutkan kembali setelah sempat dihentikan tahun 2015.
 
"Kami berharap program penanaman mangrove dan pemberdayaan kelompok masyarakat pesisir dapat dilanjutkan tahun ini karena sangat membantu dan bisa meminimalisir terjadinya abrasi dan bisa menghidupkan kembali ekosistem kelautan,'' ujarnya.
 
Ditambahkan Jalal, untuk mengurangi tanaman mangrove mati, pihaknya mengharapkan adanya bantuan kontruksi yang sifatnya sebagai peredam gelombang kemudian baru di belakang ditanami mangrove.
 
Senada dengan Jalal, warga Desa Teluk Papal, Ponimen (34) juga menegaskan abrasi di Pulau Bengkalis khususnya di wilayah pesisir Kecamatan Bantan sudah sangat mengkhawatirkan dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Kalau tidak segera diatasi, tidak tutup kemungkinan bakal tinggal nama saja.
 
"Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkab Bengkalis dalam upaya menanggulangi abrasi di desa kami dengan melakukan penanaman mangrove di sepanjang pantai melalui Dinas Perikanan dan Kelautan serta pemasangan batu bronjong untuk memecah gelombang melalui Dinas PU Kabupaten Bengkalis. Mudah-mudahan ini tetap berlanjut sehingga bisa menekan abrasi di Pulau Bengkalis," tutup Ponimen.
 
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkalis, Irwandi Ibrahim kepada wartawan, Senin (4/4/2016), mengatakan,  untuk pembangunan pengaman pantai tahun 2016 telah dianggarkan sebesar Rp62,2 miliar. Pembangunan dilakukan di 5 kecamatan, yakni Bantan, Bengkalis, Bukit Batu, Rupat dan Rupat Utara.
 
"Yang paling banyak memang di Kecamatan Bantan karena abrasi di sana cukup parah karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka," ujarnya.
 
Dikatakan Irwandi, untuk Kecamatan Bantan ada 6 titik pengaman pantai yang akan dibangun tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp26 miliiar.  Desa yang berada di Pantai Utara Bengkalis yang mengalami abrasi parah tahun ini akan dilanjutkan pembangunannya adalah Desa Teluk Papal, Desa Selat Baru A, Desa Selat Baru B, Desa Muntai Barat, Desa Muntai dan Desa Pambang Pesisir.
 
 
(ATP/bone)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar