Muhammad Herwan : UAS Dideportasi, Masyarakat Melayu Riau Kecam Tindakan Pemerintah Singapura

 

PEKANBARU, seputarriau.co  - Tindakan not to land (pelarangan) masuk Singapura yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura terhadap Tuan Guru Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Somad, Lc. D.E.S.A., Ph.D yang merupakan tokoh ulama besar Melayu Riau bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara, tanpa adanya alasan yang jelas padahal ICA (Immigration and Checkpoints Authority) Singapura sebelumnya beberapa hari sebelum keberangkatan sudah mengeluarkan Arrival Card, merupakan tindakan pendzoliman dan sangat keterlaluan. Jangankan bagi seorang UAS yang merupakan warga negara terhormat, bahkan untuk seorang teroris dan pelaku kriminal pun masih ada aturan hukum internasional yang wajib dihormati suatu negara.

 

UAS bukan saja ulama besar dan tokoh agama Riau, namun juga tokoh ulama dan intelektual muslim Indonesia bahkan ASEAN dan Dunia. Pengakuan tersebut setidaknya terbukti dengan pemberian gelar kehormatan DR Honoris Causa dari Kolej Universiti Islam Antara Bangsa Selangor, Malaysia, juga diberikan gelar Profesor sebagai Visiting Professor pada Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam.

 

Atas perlakuan tersebut, tidak saja masyarakat Melayu Riau tempat bermastautinnya UAS yang mengecam tindakan Pemerintah Singapura tersebut, tetapi juga masyarakat Indonesia dan Melayu Serumpun.

 

Untuk itu :

 

1. Mendesak Pemerintah Indonesia harus segera memanggil Dubes Singapura di Indonesia dan meminta penjelasan secara resmi kepada Pemerintah Singapura serta memberikan sanksi diplomatik atas perlakuan terhadap Warga Negara Indonesia.

 

2. Mendesak Pemerintah Singapura untuk meminta maaf karena telah melecehkan harkat dan marwah ulama Indonesia.

 

3. Mendesak Presiden untuk mengganti Dubes RI di Singapura yang tidak peduli dan tidak ada niat membela dan memperjuangkan hak WNI atas perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura.

 

 

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar