Terancamnya Pendistribusian Air Di Kabupaten Bengkalis

Amril Meminta Kepada Pihak Rekanan Untuk Segera Tunaikan Kewajiban

Foto : Kantor PDAM Bengkalis (Copyright google.co.id)
BENGKALIS, seputarriau.co - Terkait mengenai informasi tentang terhambatnya pasokan bahan kimia ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkalis. Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan sejauh ini belum ada menerima informasi tersebut, padahal pemenang pengadaan bagi pihak rekanan bahan kimia tersebut telah ada.
 
"Informasi tersebut baru kami peroleh dari media. Meski demikian, kepada Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Bengkalis telah ditugaskan untuk mencari informasi yang jelas menganai penyebab keterlambatan pasokan bahan kimia ke PDAM Bengkalis yang mandatkan kepada pihka rekanan," ucap Amril, Selasa (29/03/2016).
 
Dengan demikian Amril berharap kepada pihak rekanan yang telah memenangkan lelang pengadaan tersebut untuk penyediaan bahan kimia PDAM Bengkalis agar sesegera mungkin menunaikan tugasnya. Jika terlambat maka dampaknya akan meluas, yaitu akan terancam dihentikannya pendistribusian air bersih kepada pelanggan oleh pihak PDAM Bengkalis.
 
"Saya mohon untuk tidak lagi ditunda-tunda. Kasihan masyarakat kita jika pendistribusian air bersih terhenti," imbau Amril, yang disampaikan melalui Kepala Bagian Humas Johansyah Syarif.
 
Sebagaimana beritakan sebelumnya, PDAM Bengkalis kembali kehabisan stok bahan kimia. Akibatnya pendistribusian air bersih dari PDAM Bengkalis ke pelanggan terancam akan diberhentikan.
 
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Bengkalis, Muhammad Yunus Zainal, sejauh ini proses pendistribusian air tidak berjalan dengan maksimal dikarenakan keterlambatan pasokan bahan kimia yang belum disediakan oleh rekanan pemenang lelang.
 
"Persoalannya kita tidak bisa untuk membeli secara langsung, semua harus melalui pemenang lelang. Saat ini pemenang lelang tersebut sudah ada, harapan kita pemenang profesional dan sesegera mungkin untuk memasukkan bahan kimia tersebut, sehingga memberikan kinerja yang maksimal pada pendistribusian air kepada pelanggan," ujar Yunus, Selasa (29/03/2016).
 
Dikatakannya, bahan kimia yang diperlukan untuk menjadikan air bersih merupakan bagian pokok PDAM sebagai perusahaan daerah yang bergerak pada jasa air bersih. Jika salah satu dari komponen bahan kimia tidak ada, maka untuk merubah air baku menjadi air bersih tidak dapat dilakukan.
 
"Kita berharap dalam sehari dua hari ini, jika perlu sore ini bahan kimia untuk air bersih ini sudah ada, sehingga kita dapat kembali memaksimalkan pendistribusian air seperti biasanya," pungkas Yunus.
 
 
 
(IS/grc)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar