Seusai Bom Brussels, Fitur Facebook Ini Makin Popular

JAKARTA, seputarriau.co - Facebook memiliki fitur Safety Check yang dapat membantu para penggunanya dalam situasi darurat. Menurut laman Asia PC Mag pada Minggu, 27 Maret 2016, fitur tersebut semakin banyak dipakai pengguna seusai serangan bom di Brussels, Belgia, Selasa lalu.
 
Lewat fitur tersebut, setiap pengguna Facebook bisa mencari dan terhubung dengan para pengguna lain yang berada di lokasi terdekat. Dengan demikian, saat terjadi bencana, pengguna Facebook bisa berkomunikasi, menanyakan situasi satu sama lain. Fitur ini memang diciptakan tak lama setelah bencana gempa dan tsunami Jepang pada 2011.
 
Saat membuka fitur tersebut, pengguna akan diberi tampilan lokasi teman yang terdaftar sebagai pengguna Facebook, lingkupnya bisa di satu daerah atau kota. Fitur itu juga memungkinkan pengguna saling berkomunikasi lewat komentar untuk menanyakan keadaan.
 
Selain itu, fitur ini menyediakan informasi terkait dengan situasi darurat yang baru terjadi secara berkala. Sebagai contoh, sesaat seusai ledakan bom di Brussels, pengguna Facebook di sekitar lokasi diberi informasi. “Dilaporkan ledakan di Bandara Zaventem dan satu ledakan di stasiun metro kota. Bandara dinonaktifkan dan penerbangan dialihkan.”
 
Soal adanya fitur ini, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, pernah berkomentar bahwa dia tergerak mempopulerkan fitur ini tak lama seusai insiden di Paris. “Fitur ini dalam pengembangan, dan Facebook akan menggerakkannya untuk ‘krisis kemanusiaan’ pada masa mendatang,” ujarnya akhir 2015 lalu. Menurut dia, fitur ini bisa digunakan saat keadaan darurat, seperti gempa, badai, atau teror bom.
 
Namun fitur ini bukan tanpa masalah. Menurut Vice President of Growth Facebook Alex Schultz, fitur tersebut kurang efektif untuk krisis yang masih terjadi. “Contohnya perang. Sebab, untuk situasi semacam itu, kita tak tahu kapan awal dan akhirnya,” ujar Alex. Alex menambahkan, akan sulit mengetahui kapan seseorang benar-benar aman selagi krisis berlangsung. Fitur Safety Check tersebut umumnya digunakan dalam situasi bencana alam.
 
 
 
(IS/tmpc)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar