Pasca KPK Eksekusi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

Elida Netty : Amril Mukminin tidak Bekerja Sendiri, Usut Tuntas Kasus Korupsinya !


DURI, seputarriau.co  - Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mengumumkan Eksekusi mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru pada Jumat  lalu (22/10) Mendapat Respon  dari Kalangan Praktisi Hukum dan Advokat dalam Penegakan Hukum di Wilayah Kabupaten Bengkalis. 


Adapun eksekusi itu dilakukan jaksa Leo Sukoto Manalu berdasarkan putusan MA RI Nomor : 2941-26/06/2021 tanggal 26 Agustus 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Pekanbaru Nomor : 24/PID.SUS.TPK/2020/PT PBR tanggal 21 Januari 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru Nomor : 27/Pid.Sus-TPK/ 2020/ PN Pbr tanggal 9 November 2020 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Terkait Dengan adanya putusan itu, Pengacara Bengkalis, Bunda  Elida Netty  SH MH CPL angkat bicara hasil Putusan Inkrah dari KPK, Sabtu lalu (23/10) melalui wawancara dengan Awak media seputarriau.co, Elida Paparkan,  "Dengan Putusan Inkrah itu membenarkan bahwa dibengkalis terjadi korupsi Begitu Massif, jika Terjadi Inkrah Amril Mukmin satu Hari yang lalu itu luar biasa sekali,  Potensi bahwa benar adanya Korupsi di Kabupaten Bengkalis oleh Amril Mukminin, jadi dengan  inkrah Putusan KPK kemarin tentu ada Babak Kedua, dan Babak Berikutnya, tidak mungkin seorang Amril Mukmin itu melakukan Korupsi itu sendiri, seperti dipersidang kemarin, Dia (Amril  Mukmin* red) menyebut nama  kasmarni, mungkin ada rekaman di persidangan itu dan ada lagi PU umpamanya 25 % Bagian,  ya ada bagi-bagi kue begit", Sebutnya 


"Tentunya tidak mungkin amril mukminin ini bekerja sendiri,  intinya amril mukminin tidak bekerja sendiri, dengan inkrahnya amril mukminin, berarti benar adanya Korupsi di Kabupaten Bengkalis, kita minta penegak hukum, harus mengusut tuntas  kasus korupsi amril mukminin, agar kabupaten bengkalis bersih, kita minta wajah baru untuk masyarakat bengkalis dengan seadil-adilnya, kita minta kepada penegak hukum bekerja keras dengan inkrah angin puting beliung itu ada, sampah korupsi di Kabupaten Bengkalis kita bersihkan, Muda-Mudahan begitu ", harapnya.


Tambahnya, "Hari ini kita lihat kabupaten Bengkalis terindikasi memperkaya diri sendiri dan kelompok, kita harus tuntaskan, saya Elida Netty  SH MH CPL sebagai  advokat melihat indikasi ini sebuah perjuangan dengan pembuktian  inkrahnya  amril mukminin 4 tahun penjara disalah satu perkara, perkara lainnya amri mukminin  bakal menyusul dengan orang  lain yang akan menyusul  dan kita akan mengawal perkara ini, dimana yang pernah disampaikan oleh pak camat mandau kabupaten Bengkalis, pergantian silih berganti ada orangnya ada masanya, tunggu masa untuk kalian semua  yang massanya masih Menjabat", katanya.

Amril yang merupakan terpidana korupsi proyek yang terbukti menerima suap Rp 5,2 miliar dari perusahaan kontraktor proyek jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, PT Citra Gading Asritama (CGA).

Selain uang suap, Amril juga diyakini menerima gratifikasi dari Direktur Utama PT Mustika Agung Sawit Sejahtera, Jonny Tjoa dan Direktur PT Sawit Anugrah Sejahtera, Adyanto.
Dari pengusaha Jonny Tjoa sebesar Rp 12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755. Uang itu diterima di kediamannya pada medio Juli 2013 hingga 2019.

(MN)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar