Garuda Indonesia Raih Predikat Indonesia Green Company Award

Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia (Copyright.Int)
JAKARTA, seputarriau.co - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk maskapai flag carrier Indonesia untuk ketiga kalinya menerima penghargaan "Indonesia Green Company 2015" dari SWA Network. Penghargaan itu merupakan yang ketiga kalinya diterima Garuda Indonesia sejak tahun 2013.
 
Menurut Novianto Herupratomo, Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt, peraihan penghargaan Indonesia Green Company ini sejalan dengan program perusahaan dalam upaya konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan.
 
Garuda Indonesia menjalankan berbagai program sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi "Green Company" yang mewujudkan lingkungan sehat, disamping juga meminimalisasi kerusakan lingkungan serta secara berkelanjutan menjaga kelangsungan alam.
 
"Di tengah maraknya isu-isu lingkungan, bagi Garuda Indonesia, komitmen dengan alam merupakan suatu mandatory," kata Novianto, dikutip Rimanews.com, Senin (21/03/16).
 
Dewan juri "Indonesia Green Company Awards 2015" yang dipimpin oleh Prof. Dr. Emil Salim memberikan nilai tertinggi kepada Garuda Indonesia untuk tiga dari empat dimensi penilaian yaitu komitmen CEO, compliance dan konsep dan startegi yang dirumuskan dan diterapkan, langkah-langkah pelaksanaan dan program sustainability perusahaan.
 
"Indonesia Green Company Award 2015" merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya sejak tahun 2012. Penghargaan ini diberikan kepada 10 perusahaan yang dinilai terbaik dalam menerapkan konsep "Green Company" yaitu perusahaan yang berkontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan setempat maupun global.
 
Selain itu, lanjut dia, maskapai milik negara ini juga dinilai berhasil beroperasi sebagai "earth-friendly enterprise" yaitu perusahaan yang mengadaptasi policies & principles untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi lingkungan.
 
Adapun aspek penilaian "Green Company" berdasar pada 4P yaitu Principle meliputi visi untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, atau meminimalkan dampak buruk terhadap alam; Process, yang menyangkut penggunaan teknologi ramah lingkungan (green technology) dan green IT, beroperasi di tempat yang eco-friendly (gedung yang green design), dan proses-proses lain yang tidak merusak alam (green process).
 
Sementara dari segi produk yaitu menghasilkan produk/jasa yang tidak merusak alam, dan bahkan produk yang recycleable dan bisa di daur ulang dan digunakan kembali (reusable) dan Promotion yang merupakan kampanye posisi perusahaan atas sustainability dan isu-isu lingkungan serta praktik yang konsisten yang telah dijalankan.
 
 
(ATP)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar