Skrining Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun


PEKANBARU, seputarriau.co- Kukerta Tangkerang Selatan Universitas Riau melakukan  Skrining Tumbuh Kembang pada Anak 0-5 Tahun yang dilaksanakan bertempat di RW 01 Tangkerang Selatan. Tujuan skrining tumbuh kembang ini adalah untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya, dan untuk mengobservasi apakah ada hal hal yang mengkhawatirkan pada anak. 

Skrining dilakukan door to door dikawasan RW 1 Kelurahan Tangkerang Selatan, Kec. Bukitraya, Pekanbaru. Terdapat 21 balita yang telah dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan pertumbuhan bertujuan untuk penentuan status gizi anak yaitu 
1. Pengukuran Berat badan (BB) terhadap Tinggi badan (TB) ( BB/TB)
2. Pengukuran Tinggi badan (TB) terhadap umur (TB/U)
3. Pengukuran Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
4. Pengukuran Lingkar Kepala, dan Lingkar Lengan (LILA). 

Adapun alat yang digunakan seperti Timbangan Berat Badan Digital, Pita ukur/meteran, dan pita LILA. Pemeriksaan perkembangan dengan menggunakan kuisioner pra skrining perkembangan (KPSP) bertujuan untuk mengetahui apakah ada penyimpangan atau keterlambatan perkembangan bagi anak.

KPSP adalah penilaian perkembangan anak dalam 4 sektor perkembangan yaitu : motorik kasar, motorik halus, bicara/bahasa dan sosialisasi /kemandirian. Kegiatan ini adalah program kerja yang bersamaan dengan program kerja unggulan, yaitu sosialisasi stunting dengan membagikan leaflet berisi informasi mengenai stunting kepada orang tua balita.

Pemeriksaan screening perkembangan ini dilakukan dengan metode KPSP yaitu dengan menyuguhkan beberapa pertanyaan kepada ibu/pengasuh anak serta meminta anak untuk melakukan beberapa perintah. Dari beberapa pertanyaan dan perintah yang telah diberikan ini akan dihitung berapa banyak jumlah kata "ya" dan "tidak".

Adapun beberapa kendala dalam melakukan screening perkembangan ini yaitu ada diantara beberapa anak yang tidak kooperatif sehingga sulit untuk mendeteksi perkembangan pada anak/balita.

Dari hasil screening perkembangan yang dilakukan pada 21 orang anak/balita didapatkan hasil 19 orang anak memiliki perkembangan yang "normal" dan 2 orang anak dengan perkembangan yang "meragukan".

Kegiatan ini diharapkan bisa menggantikan kegiatan posyandu yang biasa dilakukan di RW 01 yang mana pada masa Pandemi diberhentikan sementara.

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar