Guna Mengawasi Masuknya ‘Barang Terlarang’ di Wilayah Pesisir Riau, Plt. Gubri Minta Bantuan Pusat

Ilustrasi Kawasan Pesisir (Copyright.Int)
PEKANBARU, seputarriau.co - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengakui bahwa wilayah pesisir di Riau rawan sekali masuknya "barang terlarang". Hal itu disebabkan wilayah pesisir Riau sangat dekat dengan wilayah perbatasan negara asing.
 
"Daerah Riau ini, di wilayah pantai Timur Sumatera sangat dekat sekali dengan negara Malaysia. Makanya, masuknya barang-barang terlarang itu lebih mudah. Kami dalam hal ini meminta kepada pemerintah pusat untuk awasi sama-sama," ujarnya, Selasa (15/03/2016).
 
Dia menambahkan perbatasan Riau dengan Selat Malaka itu tidak ubahnya seperti tol di pulau Jawa. Tingkat aktivitas hilir mudik kendaraan pengangkut barang tidak henti-henti. Dalam hal inilah Pemerintah Provinsi Riau sangat khawatir, wilayah perbatasan di Riau akan mudah menjadi tempat penyeluduan barang-barang illegal.
 
Secara umum, Pemerintah Provinsi Riau perlu melakukan pendekatan kesejahteraan ekonomi. Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah perbaikan infrastruktur. Kata Andi Rachman, 70 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah dialokasikan ke kabupaten dan kota di Riau. Sementara sisanya 30 persen, sengaja diplot ke wilayah pesisir.
 
"Namun ternyata dengan sejumlah anggaran segitu, juga tidak cukup. Makanya kami juga minta bantuan dari pemerintah pusat untuk atasi masalah ini. Kalau dari dulu sudah ada perencanaanya, enaklah kita ansur-ansur," sambungnya.
 
Dia menyebutkan, kalau untuk masalah keamanan ekonomi, Riau sudah punya Sosial Ekonomi Malaysia dan Indonesia (Sosekmalindo). Persoalannya, kata Andi Rachman, Riau hanya butuh kesejahteraan ekonomi untuk melakukan pengembangannya. Termasuk kesejahteraan ekonomi untuk wilayah pesisir.
 
"Kami sadar betul bagaimana bagaimana kondisi masyarakat di wilayah pesisir itu. Dengan kata lain, kami menyadari betul bahwa masyartakat itu juga memberi peran penting kepada pertumbuha ekonomi Riau," sambungnya.
 
Persoalan ekonomi Riau memang banyak dikeluhkan mengenai keterbatasan infrastruktur pendukung. Hingga saat ini, Riau baru mulai berbedah, dengan membangun tol dan rel kereta api, itupun masih dibutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.
 
Langkah-langkah pembangunan infrastruktur tersebut, diyakini Andi Rachman akan mendongkrak perekonomian Riau , terutama bagi masyarakat menengah kebawah. "Jika infrastruktur sudah bagus, kami akui memang geliat ekonomi itu akan tumbuh sendiri dia," sambungnya.
 
 
(ATP/btp)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar