Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KOMET Ajak Warga Pekanbaru Manfaatkan Sampah Plastik

Ilustrasi


PEKANBARU, seputarriau.co  - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni yang telah ditetapkan sejak tahun 1974.

Lalu  untuk apa sih ada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut?

Hari lingkungan hidup sedunia diperingati untuk mendorong kesadaran dan tindakan orang-orang di seluruh dunia untuk melindungi lingkungan dalam praktiknya melibatkan pemerintah, bisnis, tokoh publik, Komunitas serta elemen Organisasi Anak Bangsa Indonesia serta warga negara untuk memfokuskan upaya dalam mengatasi masalah lingkungan yang terjadi.

Hal ini Yang terpikir oleh Komunitas Melayu Transparansi dalam penangan Sampah  Plastik di kota Pekanbaru, Menurut Ketua Umum Komunitas Melayu Transparansi  (KOMET), Fitri  mengingatkan  bahwa manusia wajib berdampingan hidup dengan sekitarnya. Pasalnya, sikap abai pada kondisi lingkungan akan berimbas kepada manusia sendiri. 

 

rps20210608-114756
web download gambar png

"Salah satu contohnya adalah tumpukan sampah plastik.
Pada awalnya, plastik dimaksudkan untuk membantu lingkungan karena eksploitasi bahan kertas sebagai pembungkus berdampak pada penebangan jutaan pohon", jelaskan fitri.

"Dalam perkembangnnya, solusi ini memicu masalah lingkungan yang bakal bertahan ratusan tahun. Jutaan ton sampah plastik telah mencemari tanah, udara, dan laut, akibat penggunaannya secara tidak bijak, Contoh nyata Sungai Siak yang setiap hari kota lihat masih dikotori oleh Sampah Plastik", ungkapnya kepada awak Media online.

" Sudah saatnya kita sadarkan Masyarakat Pekanbaru pentingnya Membuang Sampah pada tempatnya dan bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi Hasil Pròduk Kreatif", Cakapnya.

" kita juga menyarankan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, Agar Menyediakan Tempat-tempat Sampah Yang strategis di pemukiman  dan  ditempat -tempat umum, sehingga masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya", Tambahnya.

Fitri Juga Mengajak Pemerintah dan Perusahaan Agar Membantu Pelatihan Pemberdayaan Sampah Plastik menjadi sebuah Produk Turunan, Contoh yang di sarankan Ketua Umum KOMET ini seperti : Eco Brick, Paving block  dan Hasil Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik.

(MN)

 

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar