T. Zulmizan F. Assagaff : "Tokoh Kaleng-Kaleng" Jangan Tolak HRS Tokoh Besar

Foto : Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Pelalawan juga seorang Pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR)

PEKANBARU, seputarriau.co  - Terkait UNRAS Penolakan  HRS di bumi Lancang Kuning beberapa hari yang lalu, Banyak Tokoh Melayu menyayangkan sikap tersebut, salah satunya Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Pelalawan yang juga seorang Pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), T. Zulmizan F. Assagaff angkat Bicara melalui Pesan Singkat Whatsapp Masengger kepada awak media , Jumat (04 Desember 2020).

T. Zulmizan F. Assagaff Menyesalkan Sikap beberapa Orang yang Melakukan UNRAS Penolak HRS dan Penangkapan Ketua FPI serta Anggotanya di Polresta Pekanbaru, " 
Penolakan itu sungguh sangat tidak pada tempatnya dan terkesan bernuansa adu domba! Dari zaman dahulu kala tidak ada tradisi dan karakter budaya Melayu Riau menolak tamu yang mau datang, apalagi  seorang ulama besar. Ada-ada saja !", Ungkapnya 

T. Zulmizan F. Assagaff geram aksi UNRAS banyak Pencatutan Nama Organisasi,"Dan ternyata kemudian terbukti banyak organisasi yang dicatut atau diatasnamakan saja oleh oknum tertentu. Buktinya, banyak yang menyanggah dan membantah keterlibatan organisasinya. Sangat mudah menebak, siapa oknum dan aktor yang punya kerja. Dan yang disebut tokoh Riau di situ, kebanyakan hanya tokoh "kaleng-kaleng" punya kepentingan sempit dan dikenal sering "menjual" gerakan massa sebagai komoditas dagangan", Ujarnya

"Ini yang dalam bahasa Melayu disebut sebagai "kerja menyanyah"! Diakui atau tidak, HRS itu adalah tokoh besar dan sebenar-benarnya tokoh, eh mau ditolak oleh "tokoh kaleng-kaleng"! Orang yang datang belum tentu menimbulkan keresahan, tapi orang yang menolak jelas sudah membuat kegaduhan. Janganlah begitu! Lebih baik kita sama-sama menjaga marwah Tanah Melayu dan kondusivitas harmonisasi di Bumi Lancang Kuning ini", Ucapnya dengan 
Tegas.

Ditambahkannya tentang Sikap Kepolisian dalam Menerbitkan STTP UNRAS dimasa Pandemi, " Dan yang sangat mengherankan, kok bisa  kepolisian menerbitkan STTP unjuk rasa pada saat pandemi Covid-19 di Pekanbaru yang masih relatif parah, padahal kan ada Maklumat Kapolri yang melarangnya? Dan publik melihat, unjuk rasa ini dilakukan dengan mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19 karena mereka berkerumun jarak dekat, tapi kok malah dikawal aparat?", Tuturnya.

"Inilah janggalnya. Seharusnya para pencatut dan pelanggar Prokes itu yang ditindak, tapi kok malah seperti diistimewakan dan dikecualikan! Ada apa ini?? Aneh!!" Tutup T. Zulmizan F. Assagaff yang Juga Pengurus ICMI Orwil  Riau.

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar