Setelah Agustus 2021, Ahok Undang Investor Kelolah Blok Rokan

Ilustrasi

JAKARTA, seputarriau.co  - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengundang investor untuk masuk dalam salah satu proyek besar Pertamina yakni Blok Rokan, Riau, setelah beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia pada Agustus 2021.


"Ini saatnya bergabung dengan kami di Blok Rokan pada Agustus 2021. Anda bisa mengirimkan proposal ke kami sekarang," ujar Ahok dalam acara 2020 International Convenient on Indonesian Upstream Oil and Gas, Rabu (2/12).


Ia mengatakan butuh dana besar di sektor hulu migas untuk meningkatkan produksi BBM dan mengurangi impor dari luar negeri. Karena itu, menurutnya Pertamina harus membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi investor manapun yang ingin berinvestasi.
Ahok juga mengatakan investasi di sektor hulu migas di Indonesia tak akan merugikan mengingat besarnya pasar Indonesia dan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah. Salah satunya adalah investasi kilang, yang nantinya akan terintegrasi dengan industri petrokimia.


"Kilang terintegrasi dengan petrokimia. Dalam investasi ini, Pertamina tidak masalah di awal sebagai partner minoritas dan investor bisa bawa minyak mentah sendiri untuk diolah di Indonesia," ucapnya.

Di samping itu, Ahok juga mengatakan Pertamina siap bermitra dengan investor dari dalam dan luar negeri untuk mengakuisisi sejumlah lapangan minyak dan gas di dalam dan luar negeri.

"Pertamina akan melakukannya dengan skema partnership. Pertamina tidak ingin melakukannya hanya sendiri, baik akuisisi lapangan migas di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Untuk mewujudkan keseriusannya tersebut, kata Ahok, ke depan Pertamina juga meminta pemerintah mendukung rencana perseroan untuk melepas sejumlah kepemilikan hak partisipasi di sejumlah lapangan migas.


"Kami juga butuh dukungan pemerintah agar Pertamina bisa memegang 50 persen kepemilikan di blok migas," ujarnya.

Tak hanya di sektor migas, di bidang panas bumi pun Pertamina bersedia bermitra dengan skema BOT dan hanya memiliki porsi saham yang kecil di awal.

"Berbicara tentang energi baru terbarukan seperti panas bumi, Pertamina oke hanya dengan memiliki saham 25 persen saja, kami akan berbagi 75 persen saham lainnya dengan mitra. Itu yang akan kami lakukan di masa mendatang," pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

(MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar