Tetap Bersyukur Meski Sang Ibu Pertiwi Sedang Berduka (Refleksi 75 Tahun Indonesia Merdeka)

Dumai, seputarriau.co-Indonesia merupakan Zamrud katulistiwa negerinya kaya dengan Sumber Daya Alamnya Baik di darat maupun dilaut dibawah minyak dan diatas minyak namun yang menjadi pertanyaannya apakah Sumber Daya Alam yang melimpah ruah tersebut sudah di peruntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia? Terlepas dari itu semua kita selaku hamba Allah SWT Wajib mensyukuri apa yang telah Allah berikan selama ini kendati kita jadikan lautan sebagai tinta dan ranting ranting pohon sebagai pena untuk menghitung nikmat Allah maka sampai kapanpun manusia tidak kuasa untuk menghitungnya. Allah tidak minta ganti rugi atas apa yang Allah berikan kepada kita selama ini, Allah tidak minta kompensasi kepada hambanya atas nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, Allah berikan udara kepada hambanya silahkan kita hirup sepuas puasnya,  namun kita baru sadar bahwa nikmat Allah itu mahal bila seseorang terbaring sakit, butuh dengan oksigen untuk membantu pernapasannya bila tidak dilakukan maka taruhannya adalah nyawa si pasien pertanyaannya apakah tabung oksigen tersebut kita dapat dengan cara gratis? Tentu tidak tahukah kita berapa harga tabung oksigen tersebut? semakin besar tabung oksigennya maka semakin besar uang yang kita gelontori untuk mendapatkannya.

Kita bisa mengambil pelajaran filosofi hidup dari tukang parkir pada saat mobil dan motor masuk di area parkiran tukang parking tidak merasa mobil dan motor tersebut miliknya dan begitu juga saat mobil dan motor tersebut keluar dari area parkiran tukang parking tidak merasa sedih apa lagi menangis kenapa demikian karena tukang parkir diamanahkan untuk menjaga mobil dan moter tersebut agar tidak di curi dan dirusaki oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan bila masanya dah tiba mobil dan motor tersebut diambil oleh tuannya. Hidup kita di dunia ini apa yang telah alllah kasi maka itu titipan cepat atau lambat akan kita kembalikan kepada Allah SWT. Sikap yang bijak agar Allah mencukupkan kebutuhan dan keinginan kita dengan cara mensyukurinya.

Atas apa yang Allah berikan kepada manusia yang Allah minta kepada hambanya adalah Mensyukuri nikmat tersebut baik sedikit apa lagi banyak semakin bersyukur maka akan Allah tambah nikmatnya namun bila manusia tidak mensyukurinya maka azab Allah amat sangat pedih. Ulama mengatakan bahwa jadikan dunia ini dua tempat, tempat mencari rezeki dan tempat untuk beribadah maksudnya bahwa manusia hidup didunia ini ibarat tamu yang namanya tamu tahu diri sadar diri dan pandai pandailah tamu tidak boleh berlama lama bertamu begitulah manusia tidak boleh berlama lama hidup didunia ada saatnya nanti manusia akan meninggalkan alam yang fana ini.

Demikian juga dengan Nikmat Kemerdekaan yang alllah berikan kepada masyarakat Indonesia. Para pahlawan kita mendapatkan kemerdekaan dengan perjuangan dan Pengorbanan termasuk mengorbankan nyawa untuk mengusir penjajah dari Ibu Pertiwi. Tiga Setengah Abad lamanya Indonesia dijajah oleh Belanda di lanjutkan dijajah oleh Jepang meski dalam tahun relatif singkat kemerdekaan yang bangsa Indonesia dapat bukanlah dihadiahkan seperti Negara Jiran kita Malaysia namun sekali lagi dengan pertumpahan darah.

Namun secara akal sehat tidak mungkin Indonesia bisa merdeka mengusir para penjajah dengan senjata tradisional sedangkan penjajah senjatanya serba canggih maka semuanya itu tidak lepas adanya intervensi Allah SWT sebagaimana yang tertulis dalam pembukaan UUD. 1945 yang isinya " Berkat Rahmat Allah SWT ". Sehingga Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Merdeka!!! Kalimat tersebut sering kita ucapkan setiap tanggal 17 Agustus. Setiap Tahun tepatnya pada tanggal 17 Agustus Indonesia memperingati Dirgahayu HUT Republik Indonesia dengan kegiatan yang semarak namun Pada tahun 2020 ini Peringatan 17 Agustus diperingati dengan cara yang amat sederhana berbeza dengan tahun sebelumnya oleh karena Indonesia menghadapi pandemi Covid. 19 yang berdampak terhadap berbagai aspek termasuk Ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia lumpuh, anjlok akibat pandemi bahkan hutang Indonesia luar Negeri pertanggal 20 Juli 2020 sudah menembus Angga  5.868 Triliun kegunaannya untuk memperkuat ekonomi Indonesia akibat wabah virus Corona meskipun Ibu Pertiwi sedang berduka masyarakat Indonesia tetap mensyukuri kemerdekaan yang Allah beri dengan memperingati Kemerdekaan Indonesia 75 Tahun dengan cara yang amat sederhana.

Kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia bukan saja merdeka dari jajahan penjajah secara Fisik namun lebih dari pada itu masyarakat harus merdeka dari jajahan sesama warga negaranya sendiri apa gunanya masyarakat Indonesia merdeka dari jajahan penjajah tapi kita masih di invasi dengan pemikiran atau ideologi yang merusak pikiran dan mental masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab guna untuk menghancurkan persatuan atau NKRI dengan berbagai modus. Hemat penulis penjajahan yang paling mengerikan adalah PENJAJAHAN PEMIKIRAN ATAU IDEOLOGI( Ghazwul Fikri) inilah yang sekarang dialami masyarakat Indonesia maka setiap warga negara Indonesia senantiasa waspada dan negara harus hadir untuk memberikan perlindungan.

Usia Kemerdekaan indonesia yang sudah 75 Tahun bukanlah usia yang muda namun sudah dewasa bahkan sudah tua,  Indonesia sudah berpengalaman dalam bersikap, menghadapi masalah bahkan berpengalaman dalam menyelesaikan masalah baik yang menyangkut intenal maupun eksternal sejatinya usia seperti itu hendaknya bagi masyarakat Indonesia mengisi kemerdekaan dengan terpanggil untuk menjaga NKRI agar disegani, ditakuti dan berwibawa Dimata Dunia serta memberikan kontribusi positif bagi negeri ini sesuai dengan kemampuan kita masing masing jangan kita jadi SAMPAH NEGARA jangan kita berbuat rentetan masalah dinegeri ini yang menambah DUKA LARA sang Ibu Pertiwi.

Diakhir tulisan ini penulis mengucapkan 
DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA 75 TAHUN semoga senantiasa mendapatkan lindungan Allah SWT
INDONESIA DISEGANI !!!
INDONESIA DITAKUTI !!!
DAN INDONESIA BERWIBAWA DIMATA DUNIA !!!

Kutilang, 17 Agustus 2020
Penulis : Robi Aslam. Hs MUI Dumai


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar