Tim KKN Integrasi Abdimas UNRI olah udang rebon menjadi Cincalok

Udang rebon atau yang dalam berbagai versi dikenal dengan udang kecepai, gegau, pepai, dll merupakan udang berukuran kecil yang biasanya dibuat untuk olahan belacan. Namun, mahasiswa KKN Integrasi Abdimas UNRI menginisiasi untuk membuat olahan lain yakni dalam bentuk cincalok.

Cincalok merupakan olahan udang rebon yang menggunakan proses fermentasi mikroba. Dan umumnya menjadi bahan makanan siap jual di berbagai daerah seperti Kalimantan, Tanjung Pinang, hingga Malaysia.  
Bersama dengan warga setempat di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, mahasiwa KKN laksanakan kegiatan pengolahan cincalok yang dipimpin langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Imam Mahadi M.Sc.


“Udang rebon di kelurahan mundam sangat berpotensi menambah pendapatan nelayan pesisir jika dimanfaatkan secara maksimal,salah satunya dengan mengolah menjadi cincalok. Selain proses pembuatan nya mudah, bahan baku nya juga hanya menggunakan udang, garam, dan gula” Ujar Imam.
Sri, anggota KKN Integrasi 

Abdimas UNRI menambahkan “Udang ini sebelumnya dicuci bersih, dan ditiriskan lalu dicampurkan dengan garam dan gula secara merata, baru ditutup rapat dan didiamkan selama satu minggu di tempat gelap” 
Warga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengolahan cincalok ini. Asnah, warga Mundam sampaikan bahwa akan membuat olahan udang rebon yang biasanya ia buat belacan, kini akan dibuat cincalok juga.

Cincalok yang selesai diolah, dikemas kedalam botol berlabel, dan siap dipasarkan. Kedepannya diharapkan agar dapat menjadi makanan khas kelurahan Mundam, dan meningkatkan perekonomian nelayan pesisir. 

“Satu botol 250gr berisi cincalok, bisa dihargai Rp20.000 saja, dan jika disimpan di dalam kulkas, akan tahan hingga satu tahun lamanya” Ujar Imam.

Kegiatan pengolahan cincalok diakhiri dengan sesi foto bersama.


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar