Sambut New Normal, Relawan Covid-19 UNRI Bagikan Masker dan Brosur di Kel. Delima


Pekanbaru, seputarriau.co  - LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) di bawah Pimpinan Prof. Dr. Almasdi Syahza Bersama Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang merupakan Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Relawan Covid-19 dalam program kerja Kukerta turut serta dalam membagikan masker dan brosur di lingkungan Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, dalam pembagian masker upaya preventif pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang berada di lingkungan Kelurahan Delima, Senin (22/06/2020).
Tim yang beranggotakan 5 orang yang merupakan mahasiswa dari beberapa fakultas di Universitas Riau, Tim relawan Covid-19 mahasiswa Universitas Riau Kelurahan Delima yang diketuai oleh Azli Hidayat (Jurusan Pendidikan Masyarakat) dengan anggota Fitria Elysye Ningrum (Jurusan Biologi), Fitryani Maruli (Jurusan Pendidikan Matematika),  Reyvani Rahmawati (Jurusan Pendidikan Matematika),  Praptiwi Cahyaningtyas (Jurusan Kimia) yang berupaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di masyarakat dalam masa New Normal.
“Giat pembagian masker dan brosur di lingkungan Kelurahan Delima ini, Alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Respon masyarakat di lingkungan ini juga sangat baik dan ramah dalam pembagian masker dan brosur,” ungkap Azli Hidayat.
Dijelaskan sasaran pembagian masker dan brosur ini ditujukan untuk masyarakat sekitar di lingkungan Kelurahan Delima yang tidak menggunakan masker.Pembagian masker dan brosur di lakukan di persimpangan jalan Srikandi, pejalan kaki dan pedagang kaki lima disekitar jalan raya.
“Kami ucapkan terimakasih atas dukungan dari bapak M. Rizkiady Rambe, S.STP
selaku Kepala Lurah di Kelurahan Delima yang memberikan wadah bagi kami untuk melaksanakan pembagian masker dan brosur di lingkungan Kelurahan Delima. Serta kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah merespon kegiatan kami dengan baik tentang pentingnya menggunakan masker. Walaupun saat ini telah memasuki fase new normal sekalipun protokol kesehatan harus tetap dijalankan. “Karena Bagi Prinsip Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati, sebab obatnya pun belum ditemukan,” ujar Fitria Elysye Ningrum.

(MN)

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar