Melayani Pengisian Jerigen Di jam Konsumen  Mengisi Minyak BBM Premium Bersubsidi

DUMAI-PT Pertamina (persero) terus berupaya melakukan sosialisasi Peraturan Presiden nomor 191/2014 agar Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang untuk menjual premium dan solar kepada Warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen. Akan tetapi SPBU Mondam lebih mengutamakan mengisi minyak Permium bersubsidi  Kejerigen dari pada mobil maupun kendaraan sepeda motor yang antri.Dari hasil temuan dari beberapa para awak media 

Diduga pihak penegak Hukum belum  menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku.
     Hal ini langsung  terpantau oleh Tim Awak Media  pada Selasa 09.06.2020,Memakai waktu jam konsumen untuk pengisian jerigen, beberapa photo maupun video sempat  Tampak petugas SPBU bagian pompa lebih cepat mengisi jeregin ketimbang kendaraan yang antri menunggu selesai mengisi minyak di jeregin.
      Tampak jelas jeringen yg diisi oleh petugas 
Selain itu, di SPBU ini sangat bebas masyarakat bawa jeregin. Bahkan mengisi kejerigen didepan para Awak media  seakan-akan menantang setelah dikonfirmasi oleh awak media yang diwakili pihak SPBU, Oleh Rido (pangawas). masyarakat beli minyak mengunakan jeregin.
      Dalam peraturan telah dibunyikan, jika melihat Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55, siapa saja yang menjual bensin eceran termasuk Pertamini dapat dikenakan sanksi pidana. Yakni 6 tahun atau denda maksimal Rp 60 miliar.
      Terkait dengan pengisian minyak BBM Premium bersusidi oleh SPBU Modam ke konsumen gunakan jerigen jelas melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama. Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen.
      Tidak sedikit pula beberapa sumber mengatakan kepada awak media yang pernah mengisi minyak disana mengeluh disegi pelayanan SPBU Mondam yang kurang bagus. Terlebih, adanya aksi melansir minyak ini membuat pembeli menggunakan motor terasa terabaikan, sebab dari pengisian jerigen petugas SPBU.
    Kemana segi pengaws pengamanan di SPBU ini. lebih mengutamakan mengisi jeregin baru datang di pompa dibanding sepeda motor maupun mobil dah antri. Kita harap instansi terkait melakukan  tindakan tegas kepada SPBU ini. Jangan melayani  isi jeregin dulu dan layanilah kendaraan yang udah antri.
      Mengapa anggota pompa nampak semangat jika ada jerigen datang,mementingkan mengisi jerigen dari pada mengisi sepeda motor atau mobil,Apakah mereka dapat upah lebih diluar gaji! Sedangkan kendaraan mereka tak dapat apa-apa, maka dari itu dikebalakangkan,”
      Terkait hal ini, pihak pengelola SPBU yang diwakili Rido selaku pengawas,ketika dikonfirmasi oleh beberapa awak media jawabannya menantang atau kurang enak didengar hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Amirudin.


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar