UNRI Mengedapankan Amanat UU Dalam Mencerdaskan Anak Bangsa

Selasa, 22 Oktober 2019

Foto : Ketua Senat Unri dan Rektor saat memberi ucapakan selamat kepada Prof Mahdum dan Prof Yustina

PEKANBARU, seputarriau.co - Sebagai institusi pemerintah, Universitas Riau (Unri) memegang amanat undang-undang dalam rangka turut mencerdaskan anak bangsa. Maka dari itu, Unri menyelenggarakan pendidikan bermutu.

Hal itu disampaikan Rektor Unri Prof Dr H Ars Mulyadi DEA, dalam sambutannya pada sidang Terbuka Senat Pengukuhan Prof. Mahdum Muhammad Adanan, Ph.D., M.Pd., Drs dan Prof. Dr. Yustina, M.Si. Sebagai Guru Besar FKIP Unri, Selasa (22/10/2019).

"Jika kembali kita hubungkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Mahdum Muhammad Adanan, Ph.D., M.Pd., Drs tersebut, maka peningkatan kualitas pendidikan itu, diantaranya meliputi, Peningkatan program pendidikan, Peningkatan Institusi, Penataan Sistem Informasi Manajemen, dan
Peningkatan Sumber Daya Manusia," kata Rektor Unri.

Aras melanjutkan, begitu pula dengan gagasan yang tertuang dalam orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Yustina, M.Si, maka meningkatkan kualitas pendidikan itu diantaranya adalah melalui Penerapan Pendidikan berbasis konstruktivisme.

"Dengan melakukan pendidikan berbasis konstruktivisme ini, pengajaran yang bermutu dapat berimplikasi terhadap peserta didik. Bukan hanya  berimplikasi terhadap peserta didik, namun terciptanya  pembelajaran yang baik di ruang kelas ke lingkungan  atau lingkungan ke ruang kelas yang ada," jelas Aras.

Selanjutnya, kata Aras, dari pelaksanaan metode ini maka dapat pula menghasilkan pendidikan yang bermutu dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Universitas Riau. Gagasan-gagasan inilah yang diperlukan oleh
Universitas Riau selaku penyelenggara Pendidikan Tinggi di negara ini.

"Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya kembali menghimbau kepada Guru Besar yang ada di Unri untuk selalu berinovasi. Lebih lanjut, tentunya kita juga bersama-sama menanti munculnya karya-karya ilmiah yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas," pesan Aras mengingatkan.

Dia menambahkan, bahwa inovasi itu adalah proses pengembangan pengetahuan untuk menciptakan atau memperbaiki  (suatu produk-proses-ataupun sistem) baru yang  bernilai.

Maka dari pada itu, setiap usaha dan upaya pengembangan ilmu pengetahuan tersebut, hendaknya dapat memberikan nilai lebih bagi terciptanya manfaat dari adanya ilmu pengetahuan ini.

"Semua usaha dan upaya itu, hendaknya dapat menjadi tradisi di Perguruan Tinggi ini dalam rangka mewujudkan Peningkatan Kualitas Pendidikan di Provinsi Riau, terutama di negara ini," pungkasnya

(rls/MN)