Fokus di Bidang Pendidikan Bengkalis, Komisi IV DPRD Bahas RKUA PPAS

Selasa, 22 Oktober 2019

Bengkalis, seputarriau.co - Sebelum memasuki tahapan pembahasan RKUA PPAS TA 2020, Komisi IV meminta penjelasan kepada Kadis Pendidikan bersama jajarannya terkait dengan realisasi anggaran, Senin (21/10/2019).

Pembahasan kali ini sangat intens karena Komisi IV DPR minta Disdik agar dapat menjelaskan secara detail menyangkut masalah realisasi anggaran tahun 2019.

Hearing ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Sofyan bersama wakil ketua Samsu Dalimunthe, Sekretaris Irmi Syakip Arsalan dan Anggota Komisi IV.

"Kita harapkan Kadisdik Edi Sakura bersama jajarannya agar dapat menjelaskan terkait realisasi anggaran, kaerna kita lihat masih banyaknya kebutuhan-kebutuhan yang menyangkut dengan honor guru, pembangunan dan fasilitas sekolah yang belum terpenuhi, Kita ingin tahu kendalanya dimana," Ucap Sofyan.

Setelah dijelaskan Kadisdik, muncul pertanyaan-pertanyaan dari anggota Komisi IV yang hadir seperti H. Samsu dalimunthe, Irmi Syakip Arsalan, Rahmah Yeni, H. Zamzami, Asmara, Hj. Zahraini, dr. Morison, Andi Fahlevi dan Elman.

Sejumlah pembicaraan terlontar seperti yang disampaikan oleh Irmi Syakip Arsalan, ia sangat menyayangkan bahwa hibah pembangunan sekolah-sekolah agama sampai saat ini sudah masuk triwulan ke IV masih belum direalisasikan, padahal penganggaran ini telah melalui proses yang cukup panjang. "Tahun lalu kita (komisi IV) Beberapa kali menerima hearing pihak sekolah yang mengusulkan agar pembangunan tersebut dapat diwujudkan. Begitulah besarnya harapan mereka kepada komisi IV. Untuk itu kita meminta kepada pihak Disdik serius mewujudkan kegiatan pembangunan sekolah yang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari masyarakat tersebut", Tegasnya.

Dari pertanyaan tegas yang disampaikan Irmi Syakip, ditanggapi langsung oleh Kadisdik Edi Sakura, ia menyampaikan kepada seluruh anggota Komisi IV yang hadir, bahwa semuanya harus mengikuti aturan yang ada, "kita usahakan pembangunan tersebut pada anggaran 2020, dan ini perlu kerjasama dari Komisi IV untuk sama-sama memperjuangkan".

Rahmah yenny dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada Kadis dan jajarannya untuk memperhatikan honor guru paud dan fasilitasnya terutama di Siak Kecil, ia melihat selama ini honor guru paud belum memadai.

Ketua Komisi IV Sofyan mengusulkan kepada Kadis yang didengar langsung oleh jajarannya, bahwa perlu adanya inovasi pendidikan berbasis digital yang bisa berkolaborasi dengan para guru, sekolah dan dinas pendidikan untuk mengembangkan pendidikan. Teknologi baru ini sudah dikembangkan di Kabupaten di pulau Jawa.

Kita Komisi IV mengharapkan kepada dinas pendidikan untuk mengutamakan skala prioritas, termasuk guru dan perlu adanya pengawasan yang ketat dari Disdik dan buat standarisasi pengajaran," tutup Sofyan.


(Dew)