Polusi udara, warga desa batu langkah demo PT.Giga Putra Perkasa

Sabtu, 24 Agustus 2019

Rokan hulu, seputarriau.co - Dengan membawa beberapa poster dan spanduk, puluhan warga desa batu langkah besar kecamatan kabun, kabupaten rokan hulu, jumat (23/8/19), mendatangi dan melakukan aksi unjuk rasa di depan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Giga Putra Perkasa (GPP)

Dilokasi aksi, warga menuntut PT.Giga Putra Perkasa agar bisa menghilangkan polusi asap dan bau busuk yang timbul akibat aktivitas perusahaan tersebut dalam waktu yang secepatnya

Kordinator aksi, hutahayan dalam orasinya menyebut, akibat asap yang berasal dari cerobong pabrik tersebut, mereka jadi sering mengalami sesak nafas dan pening bahkan beberapa anak warga di sekitar perusahaan itu sampai ada yang jatuh sakit.

 

"Pak Tolong perhatikan pabrik kalian karena sudah sangat menyusahkan kami, semenjak keberadaan kalian kami jadi sering sesak nafas, bahkan anak kami di rumah sampai ada yang jatuh sakit", pekiknya sambil berorasi

Disela sela aksi,simarmata,salah satu warga yang berdemo meminta kepada pemerintah khususnya dinas terkait harus tegas menyikapi masalah ini

"Kami sudah tak tahan lagi, Kepada dinas terkait agar lebih tegas, bila perlu tutup saja jika masih mengeluarkan bau busuk ke lingkungan setempat, karena ini pemukiman penduduk bukan kawasan industri, pihak perusahaan juga harus paham itu, jangan mau untungnya saja", katanya dengan nada geram

Menanggapi unjuk rasa yang berlangsung,pihak perusahaan melalui Kepala Tata Usahanya (KTU) Alexander dan Humasnya Sanusi, telah menemui pendemo meminta kepada warga agar bersabar karena pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) sudah mengambil semua jenis sample emisi dan limbah serta menunggu hasilnya, selain itu mereka juga minta diberi waktu karena mereka sedang mengupayakan perbaikan apa yang menjadi tuntutan warga 

"Uji sample sudah dilakukan oleh pihak DLH, hasilnya keluar mungkin sekitar sebulan, mohon bersabar karena saat ini kita juga sedang mengupayakan pengembang biakan bakteri dan penanaman pohon di sekitar kolam limbah", kata mereka

Setelah selesai menyampaikan orasi dan mendengar tanggapan perusahaan, para peserta aksi demo yang dikawal pihak kepolisian dan pemerintah setempat ini pun membubarkan diri.


(JUN)