PKBT dan Dishub Kota, Tidak ada Pungli dan Premanisme

Senin, 24 Oktober 2016

Foto : Kondisi Bongkar Muat Pedagang di terminal BPRS

PEKANBARU, seputarriau.co - Terkait pemberitaaan pembongkaran muatan pedagang di terminal BPRS tidak aman dan adanya teror dari premanisme, menurut wakil ketua Persatuan Keluarga Besar Terminal (PKBT) Bandar Raya Payung Sekaki (BPRS) Tidak Benar Pemberitaan itu, Edonler Siagian dimalam itu ditemuin awak media (23/10) sampaikan bahwa "dihari yang kesepuluah ini aktifitas bongkar muat barang pedagang sayur berjalan dengan lancar dan  tidak benar dengan adanya pemberitaan miring yang diberitakan oleh beberapa media bahwa ada premanisme serta pengrusakan dagangan pedagang jika tida membayar uang kutipan, ujarnya.

Ditambahkan Edonler, " ada pihak-pihak Aliansi Pedagang jalan nangka lama merasa dirugikan dan tidak terima karena lahannya diambil, karena berdasarkan dari Arahan Asisten I Pemerintahan Kota Pekanbaru melalui kepala terminal tidak ada pungutan, jadi aliansi Pedagang yang lama ini merasakan abislah lahan mereka, adanya premanisme di terminal ini tidak benar, mereka hanya mencoba untuk memprovokasi para pedagang agar pindah ke pasar purwodadi. Kami Yang Tergabung dari pengurus PKBT bersama Dinas Perhubungan yang bertugas menjagah keamanan dan kenyamanan para pedagang dan pembeli, untuk pungutan dalam sebulan ini tidak sama sekali diminta kepada para pedagang dan pembeli apakah kutipan pembayaran listrik, tempat, kemananan serta parkir. nantinya setelah evaluasi sebulan ini diserahkan kepada pemerintah Kota Pekanbaru untuk mempertimbnagkan jalannya operasional Bongkar Muat kedepan ", ucap endonler.

Hal senada disampaikan oleh wakil ketua bidang Humas dan Informasi BKPT, John Suriyanto, " Justru adanya pemindahan aktifitas Bongkar muat yang dipindahkan dari jalan nangka ke terminal BPRS menghidupkan Kegiatan bisnis para pedagang luar dan lokal di terminal, masyarakat sekitar terminal justru terbantu bisa usaha makanan dan minuman. disini
arealnya cukup besar dan tidak mengganggu pengguna jalan seperti dulu di jalan nangka, imbuh john.

Di tempat yang sama wawancara kepada pedagang yang dari Sumbar, Ibu rika. sampaikan "  lebih nyaman di terminal ini, kalau dulu dijalan nangka kami harus tunggu ruko tutup dulu dari jam 10 sampai jam 11 malam, baru kami bisa bongkar barang dagangan, belum lagi macetnya jalan akibat mobil. disini kami bisa bongkar lebih awal lagi dan areal dagangan kami lebih luas, ucap Rika.