Mirisnya Pemerintah ini memandang Putra Bangsa yang Mengharumkan Indonesia

Selasa, 19 April 2016

Seputarriau.co - Balada RIO dan MUSA Kedua nama ini sedang menjadi trending topik di media sosial tanah air maupun dunia. Mereka adalah Musa sang hafidz dan Rio Hariyanto.
 
Kedua anak bangsa ini sedang berjuang menjadi yang terbaik di dunia dalam pertarungan di medan mereka masing masing Musa sang hafidz sedang bertarung menjadi penghapal Al-Qur'an terbaik di dunia.
 
Rio sang pembalap juga bertarung menjadi manusia tercepat di dunia
 
Mereka adalah aset bangsa yg langka, Dipundak mereka harga diri bangsa sedang dicoba diangkat tinggi-tinggi,Namun perlakuan kepada keduannya sangat berbeda.
 
RIO sang pembalap, begitu gegap gempita, asa kemenangan begitu tinggi walau sebenarnya tdk pernah memulai pitcnya di 10 besar pada saat start. Dengan dukungan dana yang melimpah 15 juta euro (hitung sendiri kalau dirupiahkan), yang diberikan para sponsor (Pertamina, Garuda Indonesia, dll) wajarlah jika harapan memenangkan pertarungan di aspal ini dapatlah menjadi kenyataan.
 
Musa sang hafidz, dengan kegigihannya, minim bahkan hampir tidak ada sponsor dan hampir tidak terdengar dana sepeserpun menyertainya, mampu meraih tempat terhormat dengan menjadi juara ke tiga di dunia
 
Ketidak adilan sedang berlangsung di negeri ini, Semua kehidupan sosial masyarakat tanpa rasa keadilan oleh negara. media hanya memberitakan yang sesuai dgn kepentingannya Bahkan nama Kementerian Agama pun yg semestinya menyertai perjalanan Musa, tak pernah disebutkan.
 
Berita kemajuan ttg Islam telah menjadi anak tiri di negeri muslim terbesar di dunia
 
Perkenalkan ini adik Musa Seorang penghapal Al-Qur'an cilik usianya baru 7th Bicaranyapun masih cadel
 
Prestasinya melimpah bukan saja terbaik se Indonesia tapi juga terbaik se-Dunia dalam ajang kompetisi penghapal Al-Qur'an Yang terbaru 14 April 2016 kemarin dengan Batik Nusantara khas Indonesia adik Musa berhasil jadi juara 3, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara Musabaqah Hifzil Al-Qur'an International di Mesir Hebatnya lagi adik Musa adalah peserta termuda, saat peserta lain berusia rata-rata di atas 10 tahun
 
Tetesan airmata haru, Kagum Mengiringi Musa, saat tiba giliran menjawab pertanyaan dan ujicoba dari Juri yang tentu saja penguji-penguji kelas dunia Soal-soal dijawabnya dengan tenang Selesai Lomba Yang Berlomba kemudian adalah penonton Mereka berlomba berfoto dan mencium kepala Musa kagum!
 
Bahkan Presiden Mesir akan memberi penghargaan khusus buat adik kita itu. Itulah dia Musa Seorang putra bangsa Indonesia, sungguh ironis negeri ini, paradoks....
 
Ia tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa Ia juga tak perlu mengemis sponsor milyaran untuk sekedar mengharumkan nama bangsa Ia juga tak perlu merepotkan negara ratusan milyar bahkan tanpa perlu menodong kementrian agar pegawainya potong gaji, untuk sekedar mengharumkan nama bangsa,
 
Iya Ia Tak perlu keribetan itu semua untuk sekedar terkenal di dunia Ia sudah terkenal, Meski jangan coba ketik namanya di search engine, Paling keren kita hanya mendapat berita kemenangan nasionalnya di salah satu stasiun TV. Karena Standar definisi "Bangga" dan "Mengharumkan Nama Bangsa" Masih belum kita sepakati
 
Aku bangga padamu nak..
 
Aku bangga padamu..
 
Jika media mainstream tak memberitakanmu nak..
 
Kami saja yang mengabarkan tentangmu pada Indonesia, Di tengah sesaknya berita politik yang menyampah.. Kita penuhi kabar negeri ini dengan berita baik.. berita positif, berita gembira Salah satunya dgn berita tentangmu Agar bangsa kita bangga. Bahwa negeri kita.. masih punya harapan...
 
(MN/Cps)